Lawan Data 'Asal Bapak Senang', 9 Desa di Cirebon Raih Predikat Desa Cantik Terbaik 2025

Smart-Village-Desa-Cantik
Foto bersama perwakilan 9 desa terbaik penerima penghargaan Smart Village dan Desa Cantik bersama jajaran Pemkab Cirebon tahun 2025. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi mendeklarasikan “perang” terhadap praktik pelaporan data yang tidak akurat di tingkat akar rumput.

Melalui puncak program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) 2025, Pemkab menegaskan berakhirnya era kebijakan yang hanya berlandaskan insting atau laporan “Asal Bapak Senang” (ABS).

​Bertempat di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026), momentum ini menjadi tonggak sejarah transformasi digital desa.

Baca Juga:Cirebon Smart Village 2025 Dimulai: 4 Sektor Sinergi Hadapi Tantangan Kesenjangan DigitalWali Kota Cirebon Cirebon Hadiri Forum Smart City 2025: Banyak Gagasan yang Bisa Diterapkan

Bukan sekadar seremoni, agenda ini adalah langkah konkret agar desa-desa di Cirebon berdaulat penuh atas datanya sendiri.

​Memutus Rantai Kebijakan Salah Sasaran

​Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman — yang akrab disapa Gus Jigus — menekankan bahwa validitas data statistik desa adalah harga mati.

Beliau menyoroti bahwa kegagalan program pembangunan seringkali bersumber dari data yang tidak sinkron dengan realitas di lapangan.

​”Data yang berkualitas adalah ‘kompas’ pembangunan. Tanpa itu, mustahil kita bisa mengambil kebijakan yang tepat sasaran bagi masyarakat,” tegas Jigus di hadapan para Kuwu dan perangkat desa.

​Menurutnya, esensi Smart Village bukan hanya soal kecanggihan aplikasi, melainkan tentang peningkatan kualitas SDM agar pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan melalui literasi data yang kuat.

​Sinergi Infrastruktur Digital dan Literasi Data

​Program yang berlangsung sepanjang tahun 2025 ini tidak hanya membekali desa dengan teknologi informasi, tetapi juga menyentuh aspek legalitas modern seperti Tanda Tangan Elektronik (TTE).

​Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang utuh.

Baca Juga:Tanpa Sekat Birokrasi, Begini Cara Siaga Katon 112 Cirebon Tangani Darurat Hanya Hitungan MenitTembus Pasar Spanyol, Lapas Cirebon Transformasi Warga Binaan Jadi Eksportir dan Penopang Pangan

“Kita memastikan infrastruktur teknologi diisi oleh data statistik yang valid. Ini adalah fondasi untuk pelayanan publik yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” ungkap Fajar.

​Daftar Desa Terbaik: Pionir Digital di Kabupaten Cirebon

​Mengubah pola kerja konvensional menjadi digital bukanlah perkara mudah. Namun, sembilan desa ini berhasil membuktikan konsistensi mereka dalam inovasi dan akurasi data. Berikut adalah daftar desa yang berhasil meraih prestasi:

– ​Pemenang Desa Cantik 2025: Desa Pamengkang, Desa Blender, dan Desa Kalikoa sukses menjadi jawara. Ketiganya dinilai paling disiplin dan akurat dalam mengolah data statistik yang berkelanjutan.

0 Komentar