Tembus Pasar Spanyol, Lapas Cirebon Transformasi Warga Binaan Jadi Eksportir dan Penopang Pangan

Lapas-Cirebon-Ekspor-Jaring-Sabut-Kelapa
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, melepas ekspor ketiga produk jaring sabut kelapa (coir net dan coco shade) karya warga binaan Lapas 1 Cirebon yang siap meluncur ke Spanyol. Foto: Humas Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon membuktikan diri bukan lagi sekadar tempat menjalani masa hukuman. Melainkan inkubator ekonomi produktif yang berdaya saing global.

Transformasi ini ditegaskan melalui kehadiran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, yang memimpin langsung Panen Raya Serentak Nasional di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cirebon, Kamis (15/1/2026).

​Diplomasi Produk Lapas: Dari Cirebon Menuju Spanyol

​Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi bukti transformasi nyata kualitas pembinaan di Indonesia.

Baca Juga:HIPMI Kota Cirebon Wajib Bawa Batik dan Kuliner, Ekspor Lewat DigitalisasiSinergi Kemenkeu-Polri Bongkar Kecurangan Ekspor CPO Ratusan Miliar, 87 Kontainer PT MMS Disita

Menteri Agus melepas ekspor ketiga produk jaring sabut kelapa (coir net dan coco shade) karya warga binaan yang siap meluncur ke Spanyol.

Keberhasilan menembus pasar Eropa ini menegaskan bahwa sekat jeruji bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang kompetitif di kancah global.

​Implementasi Asta Cita: Dari Lapas untuk Kedaulatan Pangan

Langkah strategis ini merupakan ejawantah nyata dari visi Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di area SAE yang asri, Menteri Agus meninjau langsung hasil tani mulai dari padi varietas Inpari hingga budidaya ikan nila yang melimpah.

​”Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri. Program ini tidak hanya membekali warga binaan agar memiliki keahlian dan kemandirian setelah bebas nanti, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui suplai pangan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Menteri Agus Andrianto.

​Sinergi Strategis: Produk Warga Binaan Masuk Mal UMKM

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Cirebon. Wali Kota Effendi Edo, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan kebanggaannya atas dipilihnya Cirebon sebagai pusat komando panen raya nasional.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara Pemkot dan Lapas telah memasuki level strategis, terutama dalam aspek hilirisasi produk.

Baca Juga:Soroti Kemasan! Selvi Gibran Desak UMKM Indramayu Genjot Digitalisasi & Legalitas Demi Tembus Pasar EksporPemkab Indramayu 'Jemput Bola', Keruk Pelabuhan Dadap untuk Kejar Potensi Pusat Ekspor Perikanan

​Selain bantuan alat dan bahan baku, Pemkot Cirebon kini resmi menampung produk kreatif warga binaan—mulai dari handicraft, kaos, hingga bordir—di Mal UMKM Kota Cirebon.

​”Produk mereka sudah lama masuk ke Mal UMKM kami. Kami bantu pasarkan karena kualitasnya sangat kompetitif dan tidak kalah dengan produk luar. Ini adalah bentuk penghargaan nyata atas karya dan kerja keras mereka,” ujar Effendi Edo.

0 Komentar