Negara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di Sumatera

Mentan-Andi-Amran
Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau program Padat Karya di wilayah bencana Aceh dan Sumatera. Foto: Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan langkah darurat sekaligus strategis untuk menyelamatkan produksi pangan nasional.

Lewat skema Padat Karya, pemerintah memastikan petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap memiliki penghasilan harian sembari memulihkan lahan sawah mereka yang luluh lantah akibat bencana alam.

​“Petani tidak boleh jatuh dua kali. Setelah terkena bencana, mereka tidak boleh kehilangan mata pencaharian.

Baca Juga:Momen Dramatis Rapat Koordinasi: Intervensi Telepon Dasco ke Prabowo Amankan Rp1,2 Triliun untuk AcehPrabowo Hapus Utang KUR Petani Aceh Korban Banjir, Tegaskan Force Majeur

Melalui skema ini, mereka bekerja di sawah sendiri, diperbaiki sendiri, tapi upahnya ditanggung negara,” tegas Mentan Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/1).

​Padat Karya: Sawah Pulih, Dompet Terisi

Terobosan ini mengalihkan beban pemulihan dari pundak petani ke pemerintah pusat. Konsepnya sederhana namun tajam: melibatkan langsung pemilik lahan sebagai tenaga kerja utama rehabilitasi.

Dengan skema ini, petani tidak hanya menjadi objek bantuan, tetapi subjek aktif yang mendapatkan kepastian pendapatan di masa sulit.

​Pemerintah pusat berkomitmen menanggung seluruh biaya operasional, mulai dari bantuan benih gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan infrastruktur irigasi yang rusak.

Di Aceh saja, proyek rehabilitasi lahan seluas 10.000 hektare diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 200.000 Hari Orang Kerja (HOK) yang dibayar secara harian.

​Pemetaan Kerusakan: Aceh Menjadi Titik Terparah

Berdasarkan data terbaru Kementan, total kerusakan lahan sawah di wilayah Sumatera mencapai 98.002 hektare.

Sebaran kerusakan ini mencakup tiga provinsi utama dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga:Mentan Amran Siapkan Rp6,5 Triliun ‘Operasi Darurat’ Pulihkan Lumbung Pangan SumateraPerangi Mafia Pangan, Mentan Amran Sita 133 Ton Bombay Ilegal Terindikasi Bawa Bakteri Patogen

– ​Pertama, Provinsi Aceh mencatat dampak terluas yakni 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota.

– Kedua, Sumatera Utara dengan luas kerusakan 37.318 hektare di 15 kabupaten/kota.

– Ketiga, Sumatera Barat seluas 6.451 hektare yang melingkupi 14 kabupaten/kota.

​Secara spesifik, dari total luasan tersebut, terdapat 69.240 hektare lahan yang masuk kategori rusak ringan hingga sedang. Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu sorotan utama dengan total kerusakan kategori ini mencapai 8.237 hektare.

​Target ‘Maraton’ Tiga Bulan

Mentan Amran memberikan instruksi tegas agar proses pemulihan tidak berlarut-larut.

Kementan memprioritaskan rehabilitasi pada lahan dengan kriteria kerusakan ringan dan sedang yang mencakup 13.708 hektare di tiga provinsi tersebut selama periode Januari hingga Februari 2026.

0 Komentar