CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah meluncurkan strategi taktis guna meredam badai krisis lapangan kerja formal yang kian menghimpit generasi muda.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginisiasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai ekosistem ekonomi baru yang diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal langsung dari akar rumput.
Dalam Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Senin (12/1), Ferry memotret realitas pasar kerja nasional yang sedang berada dalam fase sulit.
Baca Juga:Wamenkop Farida: Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Bukan Sekadar Kasir, Tapi 'Patriot' Lokomotif EkonomiStrategi Ekonomi Cirebon: 22 Koperasi Merah Putih Jadi Platform Utama UMKM, Akselerasi Inpres 17/2025
Menurutnya, Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan karena terbatasnya celah pekerjaan stabil di sektor formal saat ini.
Inkubator Ekonomi, Bukan Sekadar Koperasi
Menepis citra koperasi konvensional, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai wadah ekonomi inklusif.
Program ini bertujuan mentransformasi keresahan anak muda menjadi peluang usaha produktif di daerah masing-masing melalui tiga pilar strategis:
– Ekspansi Ruang Ekonomi: Aktivasi unit usaha mandiri dan tata kelola layanan publik berbasis desa/kelurahan.
– Inkubasi Inovasi Pemuda: Mobilisasi ide kreatif anak muda daerah untuk memperkuat struktur bisnis koperasi.
– Akselerasi Program Strategis: Mengintegrasikan koperasi sebagai prioritas nasional yang dikawal secara ketat dan berkesinambungan.
”Kita ingin Kopdes ini menjadi problem solver atas kelangkaan lapangan kerja bagi milenial dan Gen Z,” tegas Ferry dalam pernyataan resminya.
Baca Juga:Kopdes Merah Putih Terjebak Planning Fallacy, 56% Pengurus Buta Mitra PasarPutus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi Gratis
Target Masif: 26 Ribu Gerai Menuju April 2026
Gerakan ini didukung oleh pemetaan lahan yang luas di lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 44.000 titik lahan telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan fisik gerai di seluruh pelosok Indonesia.
Indikator progresivitas program ini terlihat dari data terkini: sebanyak 83.000 unit telah mengantongi badan hukum dengan total keanggotaan mencapai 1,65 juta orang.
Operasionalnya diperkuat oleh 690.000 pengurus di berbagai wilayah. Dari sisi infrastruktur, 13.000 gerai telah berdiri, dengan target ambisius 26.000 gerai fisik yang siap beroperasi penuh pada April 2026.
Melampaui Seremonial: Fokus pada Kapasitas SDM
Ferry menekankan bahwa pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Ia menginstruksikan jajaran Kemenkop untuk merampungkan modul peningkatan kapasitas bagi pengurus dan pengawas guna menjamin profesionalitas tata kelola.
”Kapasitas manajerial adalah kunci. Manfaat koperasi harus terasa nyata secara ekonomi oleh masyarakat, tidak sekadar menjadi deretan angka di atas kertas,” imbuhnya.
