Akselerasi Swasembada Pangan: Polresta Cirebon Kelola 300 Hektare Lahan Jagung

Polresta-Cirebon-Panen-Jagung-Pipil
Melalui integrasi program ketahanan pangan, Polresta Cirebon sukses mengelola ratusan hektare lahan produktif. Puncaknya ditandai dengan panen raya jagung pipil di Blok Ciwareng, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kamis (8/1/2026). Foto: Pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Polresta Cirebon membuktikan bahwa peran kepolisian kini melampaui fungsi konvensional penjagaan keamanan.

Melalui integrasi program ketahanan pangan, Polresta Cirebon sukses mengelola ratusan hektare lahan produktif. Puncaknya ditandai dengan panen raya jagung pipil di Blok Ciwareng, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kamis (8/1/2026).

​Kegiatan ini merupakan manifestasi dari Roadmap Strategis Ketahanan Pangan 2026. Program tersebut menjadi preseden penting dalam pemberdayaan sektor agraris melalui optimalisasi lahan tidur yang dikelola secara sistematis dan berkelanjutan.

Baca Juga:TEROBOSAN CIREBON: Rp3,5 Miliar untuk Koperasi Kelurahan, Motor Ekonomi Lokal dan Pilar Ketahanan PanganPetani Indramayu Menjadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan

​Sinergi Forkopimda: Menjaga Stabilitas dari Hulu

​Bupati Cirebon, H. Imron, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang diinisiasi oleh kepolisian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral ini merupakan kunci dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas pangan di tengah fluktuasi ekonomi global.

​”Inisiatif Kapolresta ini adalah langkah konkret. Bukan sekadar menanam, tapi ini soal bagaimana kita memastikan kedaulatan pangan rakyat terjaga melalui kerja sama yang solid antara Pemerintah Daerah dan Polri,” tegas Imron di sela-sela prosesi panen.

​Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan di Desa Sindangjawa merupakan kelanjutan dari tren positif panen kuartal IV tahun 2025. Hasil panen kali ini tercatat memenuhi standar kualitas industri, baik dari segi kadar air maupun bobot jagung pipil.

​Ekspansi Lahan dan Stabilitas Harga

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menjelaskan bahwa titik di Sindangjawa hanyalah bagian kecil dari proyeksi besar yang sedang berjalan.

​”Meskipun di lokasi Sindangjawa ini luasnya dua hektare, namun secara kolektif, total lahan binaan Polresta Cirebon yang siap panen telah menembus angka 300 hektare,” ungkapnya.

​Strategi panen dilakukan dengan pola bertahap (rolling harvest). Tujuannya jelas: untuk mencegah penumpukan stok yang berisiko menjatuhkan harga di tingkat petani, sekaligus menjamin ketersediaan pasar secara kontinu.

Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah titik produktif lainnya di Kabupaten Cirebon dijadwalkan akan segera menyusul.

Baca Juga:Panen Sayuran Pekarangan, Ketua TP PKK Kuningan: Langkah Nyata Perkuat Ketahanan Pangan KeluargaWamentan Sudaryono Klaim Swasembada Beras-Jagung Tercapai, Prabowo-Amran Siapkan Target Pangan 5 Tahun

​Multiplier Effect: Ekonomi dan Kamtibmas

​Program ini menciptakan efek domino positif (multiplier effect). Selain penguatan stok pangan, keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan efektif menekan angka pengangguran.

​Secara sosiologis, peningkatan produktivitas warga di pedesaan berbanding lurus dengan penurunan potensi gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

0 Komentar