CIREBONINSIDER.COM – Strategi pemenuhan gizi nasional di Kabupaten Cirebon kini menyasar jantung institusi pendidikan Islam.
Melalui inisiatif Polri, Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet dipilih menjadi lokasi pembangunan dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diproyeksikan menjadi motor penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah besar ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan, bersama Bupati Cirebon, Imron, pada Senin (28/12/2025).
Baca Juga:BGN Minta Kepala SPPG Turun Langsung Awasi Dapur MBG sejak Dini HariPasca Insiden Kalibaru, BGN Langsung Audit Total: Armada MBG Kini Diawasi GPS Speed Sensor
Proyek ini menandai babak baru peran pesantren, tidak hanya sebagai pusat dakwah, tetapi juga pilar ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Target Layani 4.000 Warga per Hari
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Setiawan, menegaskan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Infrastruktur ini bukan dapur biasa, melainkan pusat produksi pangan sehat berskala besar.
”Di Jawa Barat, kami menyiapkan total 60 titik SPPG. Khusus di Ponpes Buntet, dua dapur ini dirancang untuk melayani sekitar 4.000 penerima manfaat, mulai dari santri hingga warga sekitar. Kami targetkan mulai beroperasi pada Februari 2026,” tegas Irjen Pol Rudy.
Kehadiran SPPG Polri ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pemerataan gizi di wilayah yang memiliki kepadatan populasi santri yang tinggi.
Bupati Imron: Pesantren Adalah Kunci
Bupati Cirebon, Imron, menilai keputusan menempatkan pusat gizi di lingkungan pesantren sebagai langkah yang sangat taktis. Menurutnya, pesantren memiliki struktur sosial yang paling dekat dengan “akar rumput”.
“Ini apresiasi tinggi bagi Polri. Kita tidak sedang bicara soal kenyang semata, tapi soal kualitas SDM. Pesantren adalah pilar pembangunan sosial, dan kehadiran SPPG ini memastikan santri kita tumbuh dengan asupan gizi yang terukur dan berkualitas,” ujar Imron.
Imron meyakini, kolaborasi ini akan menutup celah atau gap jangkauan program pemerintah daerah dalam memenuhi standar kesehatan masyarakat secara luas.
Baca Juga:HOROR PAGI: Mobil Logistik MBG Terobos Pagar SDN 01 Cilincing, 21 Korban Luka! Sopir Akui Salah Injak PedalPrabowo Bantah Kritikus! Klaim MBG Tembus 49 Juta Porsi Harian: Operasi Logistik Akbar Sebanding Negara Maju
Analisis: Strategi Tepat Sasaran di Ekosistem Pesantren
Pemilihan Ponpes Buntet sebagai lokasi SPPG menunjukkan pendekatan community-based development yang sangat kuat. Dengan ekosistem yang sudah mapan dan terkelola baik, risiko penyimpangan distribusi dapat diminimalisir.
