CIREBONINSIDER.COM– Kemacetan kronis yang kerap menghantui kawasan Bandung Barat saat musim libur panjang mulai menemukan titik terang.
Proyek strategis nasional, Flyover Nurtanio, resmi dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Skema pembukaan jalur ini difokuskan pada satu arah, yakni mengalirkan kendaraan dari arah Jalan Garuda menuju Jalan Pajajaran.
Baca Juga:Jaga Nataru, 10.000 Banser Apel Kebangsaan di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Dipimpin KapolriMentan Amran Instruksikan Satgas Pangan Sikat Penimbun dan Pelanggar HET Nataru!
Langkah ini diambil sebagai strategi taktis Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian PUPR untuk memecah penumpukan kendaraan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik nadi kemacetan.
Uji Coba Fungsional di Tengah Finishing
Meski progres pengerjaan akhir (finishing) belum mencapai 100 persen, pembukaan secara fungsional ini dinilai mendesak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan kini mengalir lebih lancar tanpa harus tertahan lama di persimpangan rel kereta api yang selama ini menjadi penyebab utama antrean panjang.
”Operasional fungsional ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bottleneck (penyempitan jalur) selama lonjakan volume kendaraan Nataru.Keamanan tetap menjadi prioritas dengan pemasangan rambu sementara dan penjagaan petugas,” ujar sumber dari dinas terkait.
Warga Bernapas Lega: Akhir dari Invasi ‘Jalan Tikus’
Dampak operasional Flyover Nurtanio tidak hanya dirasakan oleh pengemudi, tetapi juga menjadi angin segar bagi warga di permukiman padat sekitar Kelurahan Garuda.
Selama masa konstruksi setahun terakhir, permukiman warga sering kali “diinvasi” oleh kendaraan yang mencari jalan pintas atau jalan tikus.
Rohana (45), warga lokal yang berjualan di area tersebut, mengaku bersyukur dengan mulai difungsikannya jembatan layang ini.
Baca Juga:NATARU 2025/2026: 119,5 Juta Pemudik Bakal Picu Kemacetan Parah, Begini Strategi KemenhubDarurat Lalu Lintas Jabar: Korban Laka 45 Kali Lipat Bencana, KIR Wajib Bengkel Resmi Mulai 2026
“Alhamdulillah, sekarang jauh lebih tenang. Biasanya motor dan mobil berebut masuk gang depan rumah kalau di jalan utama macet total. Sekarang suara bising berkurang dan lingkungan kembali aman untuk anak-anak,” tuturnya kepada media.
Catatan Kritis: Waspada Area Kolong Menjadi Kumuh
Di balik apresiasi terhadap percepatan proyek, warga tetap memberikan catatan kritis kepada pemerintah.
Edi (52), salah satu tokoh masyarakat setempat, mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada fungsi jalan raya, tetapi juga memerhatikan estetika pasca-konstruksi.
