Ironi Lumbung Pangan: Lucky Hakim Sentil Rendahnya Pendidikan, Gandeng ICMI "Ubah Nasib" Petani Indramayu

Lucky Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim. Foto: Pemkab Indramayu.

INDRAMAYU, CIREBONINSIDER.COM – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melontarkan kritik reflektif terkait potret pembangunan di Bumi Wiralodra.

Di tengah ambisi besar memajukan daerah, ia menyoroti rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang masih menjadi kerikil dalam sepatu bagi kemajuan Indramayu.

Menanggapi tantangan tersebut, Lucky menegaskan bahwa era membangun daerah hanya dengan otot atau “kerja keras” telah usai.

Baca Juga:Jalan Usaha Tani dan Irigasi Rusak Parah, Petani Indramayu-Cirebon Ngadu ke DPRD JabarPecah Rekor! Petani Kedokan Bunder Indramayu Panen Padi 12,11 Ton Per Hektar, Ini Rahasianya

Menurutnya, Indramayu saat ini mendesak membutuhkan “kerja cerdas” melalui kolaborasi teknokrasi dan birokrasi.

“Pengetahuan pemerintah itu terbatas. Kami butuh para ahli. Indramayu tidak akan melompat maju jika sektor pertanian kita masih dikelola dengan cara-cara lama,” tegas Lucky dalam Silaturahmi Kerja Daerah (Silkada) ICMI Orda Indramayu di Auditorium Universitas Wiralodra (UNWIR), Selasa (23/12/2025).

Sebagai daerah lumbung pangan nasional, pertanian Indramayu dinilai jalan di tempat jika tidak menyentuh inovasi teknologi.

Lucky menitipkan mandat khusus kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk turun ke sawah—bukan sekadar berteori di ruang rapat.

Ia mendesak adanya pendampingan nyata bagi petani agar hasil panen memiliki nilai tambah (added value), bukan sekadar menjual gabah murah.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. ICMI harus jadi mitra aksi, terutama dalam memperkuat UMKM melalui skema keuangan syariah yang lebih adil bagi rakyat,” tambahnya.

ICMI Jawab Tantangan: Keluar dari Menara Gading

Ketua ICMI Orda Indramayu, Ahmad Syadali, merespons tantangan tersebut dengan memaparkan tiga pilar strategis yang tengah digarap bersama pemerintah:

– Kedaulatan Pangan: Transformasi inovasi dari hulu hingga hilir pertanian.

Baca Juga:Evaluasi TKKSD Indramayu Soroti 3 Poin Krusial: Koordinasi Lemah dan PKS Mandek, Efisiensi KSD TerancamTerobosan Digital Indramayu: Pilkades E-Voting Perdana Jabar Hemat Anggaran dan Percepat Proses Pemilihan

– UMKM Naik Kelas: Pendampingan intensif wirausaha lokal agar kompetitif secara digital.

– Ekonomi Syariah: Membangun ekosistem keuangan yang religius dan terbebas dari jerat rentenir.

“Kami ingin sinergi ini konkret. Silkada ini adalah momentum menyatukan visi menuju Indramayu REANG (Religius, Ekonomi, Aman, Nyaman, Gotong-royong),” ujar Syadali.

Senada dengan itu, Rektor UNWIR sekaligus tokoh ICMI, Ujang Suratno, menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan barisan akademisi guna menjemput bola.

Ia sepakat bahwa intelektual tidak boleh hanya berdiam di “menara gading”.

“Kami siap menghadirkan ahli-ahli terbaik untuk mengawal kebijakan Bupati. Ini kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi kami,” pungkas Ujang. (*)

0 Komentar