Kendalikan Harga Ayam dan Telur, Kementan Intervensi Stok Jagung SPHP Lewat Skema Satu Harga

Stok-Jagung-Jaga-Stabilitas-Harga-Daging-Ayam-Telur
Melalui pengawasan harian dan intervensi stok jagung, pemerintah memastikan stabilitas pasokan terjaga guna meredam efek domino harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen. Foto: Pixabay.com

CIREBONINSIDER.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak taktis merespons fluktuasi harga pakan yang sempat memicu kekhawatiran peternak.

Melalui pengawasan harian dan intervensi stok jagung, pemerintah memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga guna meredam efek domino pada harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen.

​Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Tri Melasari, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem perunggasan nasional.

Baca Juga:Mentan Amran Tegas Copot Eselon II dan III di Subang, Sewakan secara Ilegal Lahan Kementan 299 HektareMentan Amran Instruksikan Satgas Pangan Sikat Penimbun dan Pelanggar HET Nataru!

​”Pemerintah memantau pergerakan harga pakan dan jagung setiap hari secara real-time. Koordinasi dengan industri pakan diperketat untuk memastikan margin peternak rakyat tetap pada level layak,” tegas Tri Melasari di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Fakta Lapangan: Kenaikan Terkendali, Tren Menurun

​Kementan menepis isu lonjakan harga pakan yang disebut-sebut ekstrem. Data laporan harian pabrik pakan menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan sejak awal September hingga pekan pertama Desember 2025 hanya berkisar di angka ratusan rupiah per kilogram.

​Meskipun dinamika pasar spot sempat menekan cashflow peternak pada periode Oktober-November, saat ini tren menunjukkan arah positif.

Sejumlah produsen pakan bahkan mulai menurunkan harga jual, dengan koreksi mencapai Rp1.400 per kilogram untuk varian pakan tertentu.

Jagung SPHP: “Oksigen” Penopang Produksi

​Intervensi utama pemerintah berfokus pada penyaluran jagung pakan melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Langkah ini krusial karena jagung menyumbang hingga 85% dari total biaya produksi pakan.

​Poin Utama Intervensi Jagung:

– ​Volume Penyaluran: Lebih dari 52.400 ton jagung telah digelontorkan.

Baca Juga:NATARU 2025/2026: 119,5 Juta Pemudik Bakal Picu Kemacetan Parah, Begini Strategi KemenhubWamentan Sudaryono Klaim Swasembada Beras-Jagung Tercapai, Prabowo-Amran Siapkan Target Pangan 5 Tahun

– ​Harga Acuan: Dipatok Rp5.000 – Rp5.500/kg di tingkat peternak (jauh di bawah harga pasar spot saat puncak fluktuasi).

– ​Dampak: Memangkas biaya input produksi secara signifikan bagi peternak mandiri.

Sinergi Industri dan Desakan Transparansi

​Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, memastikan industri siap mendukung langkah pemerintah. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kunci stabilitas pakan terletak pada kepastian suplai jagung lokal.

​Senada dengan itu, peternak rakyat menyuarakan tiga tuntutan utama untuk menjamin keberlanjutan usaha:

1. ​Transparansi Data: Akses data harga jagung dan pakan secara real-time.

2. ​Perluasan Distribusi: Jagung SPHP harus menyentuh sentra-sentra peternakan kecil di pelosok.

0 Komentar