Merawat Akulturasi di Kota Transit
Sebagai kota perlintasan strategis di jalur Pantura Jawa Barat, Cirebon terus beradaptasi dengan zaman. Kehadiran Gapura Pecinan menegaskan bahwa akulturasi di Cirebon bukanlah narasi bentukan baru.
Sejak era Sunan Gunung Jati dan Putri Ong Tien Nio, jejak budaya Tionghoa telah menyatu dalam identitas daerah—mulai dari arsitektur, ragam hias Batik Megamendung, hingga ornamen piring keramik yang menempel di dinding-dinding keraton.
Gapura Pecinan Cirebon pada akhirnya bukan sebatas penanda fisik. Ia adalah jembatan ingatan: bahwa daya tarik utama Cirebon justru lahir ketika keberagaman dirawat dan tumbuh bersama.(*)
