Transformasi Dakwah Digital MWC NU Kapetakan: Jaga Tradisi, Sambut Inovasi

MWC-NU-Kapetakan
Suasana khidmat Lailatul Ijtimak dan Halalbihalal MWC NU Kapetakan 2026 M/1447 H menampilkan paparan transformasi dakwah digital. Foto: Istimewa/MWC NU Kapetakan

​CIREBONINSISER.COM – Di tengah arus digitalisasi yang kian kencang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapetakan melakukan langkah progresif. Metode dakwah yang diterapkan tidak lagi monoton, tapi merambah ruang digital.

Langkah MWC NU Kapetakan tersebut ditandai dalam momentum Lailatul Ijtimak dan Halalbihalal 1447 H pada Sabtu malam (11/4/2026). Sehingga maslahat program dakwah yang terlaksana diharapkan lebih berdampak luas.

​Lailatul Ijtimak dan Halalbihahal yang berlangsung di Gedung MWC NU Kapetakan bukan sekadar seremoni jabat tangan. Di bawah kepemimpinan Rais Syuriah Kyai Zaenudin Muhsin dan Ketua Tanfidziyah Husain Ali, forum ini bertransformasi menjadi ruang audit kinerja. Sekaligus konsolidasi strategis bagi seluruh pengurus lembaga, ranting dan badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Kapetakan.

Baca Juga:Launching Greenhouse, LPBI MWC NU Kapetakan Bagikan 3.500 Bibit Cabai ke WargaLDNU Jabar Gelar Madrasah Du'at Angkatan III di Cirebon, Perkuat Dakwah An-Nahdliyyah

​Audit Visual: Inovasi Video Dokumenter Ranting dan Lembaga

​Ada yang berbeda dalam gelaran Lailatul Ijtimak dan Halalbihalal kali ini. Alih-alih hanya berisi pidato normatif, panitia menyuguhkan tayangan video dokumenter singkat dari setiap pengurus lembaga dan ranting NU. Video ini memotret realitas struktur organisasi hingga capaian program kerja secara faktual.

​”Semua yang ditayangkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan bahan evaluasi. Kami mencatat setiap paparan dan catatan kritis dari pengurus sebagai bahan tindak lanjut musyawarah kerja. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi,” tegas Ketua Tanfidziyah MWC NU Kapetakan, Husain Ali.

​Langkah ini dinilai sebagai stimulasi kuat untuk meningkatkan ghirah berkhidmah para kader di akar rumput. Dengan visualisasi, pencapaian setiap desa menjadi terukur dan kompetitif secara positif.

​Dakwah 4.0: Kaidah Fikih di Ruang Siber

​Poin krusial dalam pertemuan ini adalah penegasan transformasi metode dakwah di era Revolusi Industri 4.0. Husain Ali, yang saat ini tengah menempuh studi di PJJ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya penguasaan platform digital media sosial seperti TikTok dan Facebook sebagai mimbar dakwah baru.

​Menurutnya, langkah MWC NU Kapetakan yang mulai aktif menyiarkan syiar keagamaan hingga ucapan belasungkawa digital di media sosial, merupakan implementasi nyata dari kaidah ushul fikih klasik: Al-Muhafazhatu ‘ala al-Qadim al-Salih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi muharrik (penggerak) NU untuk terus adaptif dan inovatif di tengah disrupsi zaman.

0 Komentar