Cirebon Lawan Stunting: Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pertaruhan 'IQ' dan Masa Depan SDM

Wakil-Wali-Kota-Cirevon-Siti-Farida
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyerahkan bantuan nutrisi protein tinggi kepada keluarga berisiko stunting dalam program GENTING di Kelurahan Kesenden. Foto: Humas Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kota Cirebon secara tegas menggeser paradigma penanganan stunting dari sekadar gugus tugas administratif menjadi gerakan moral lintas sektor.

Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Pemkot kini membidik sasaran yang lebih fundamental: menyelamatkan potensi kecerdasan (IQ) generasi mendatang dari ancaman defisit nutrisi kronis.

​Langkah nyata ini ditegaskan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menyerahkan bantuan nutrisi secara simbolis di Baperkam RW 11, Kelurahan Kesenden, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:Bukan Sekadar Makan Gratis: Siasat "Protein Pesisir" Siti Farida Tekan Stunting di CirebonSiti Farida: Kerukunan di Cirebon Bukan Sekadar Jargon, Tapi 'Early Warning System'

Hadirnya program ini menjadi sinyal bahwa Cirebon sedang melakukan “investasi manusia” secara besar-besaran di tengah tantangan ekonomi global.

​Darurat Kualitas SDM: Menembus Batas Fisik

​Dalam orasinya, Siti Farida menekankan bahwa stunting tidak boleh hanya dipandang dari dimensi tinggi badan. Ia menyoroti dampak permanen pada perkembangan otak yang dapat melumpuhkan daya saing anak-anak Cirebon di masa depan.

​”GENTING adalah manifestasi rasa kemanusiaan kita. Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan kesempatan tumbuh optimal hanya karena kekurangan nutrisi. Ini bukan soal angka di atas kertas, tapi soal masa depan kecerdasan anak-anak kita,” tegas Farida di hadapan jajaran DP3APPKB dan perangkat daerah.

​Landasan gerak ini bukan tanpa dasar hukum. Pemkot Cirebon telah memperkuat intervensi ini melalui Keputusan Wali Kota Nomor 113 Tahun 2025, yang mengamanatkan penanganan stunting secara holistik, integratif, dan berkualitas tinggi.

​Sinergi Pentahelix: Saat Komunitas Kreatif Turun Tangan

​Salah satu aspek yang membuat draf ini memiliki nilai berita nasional adalah keterlibatan entitas non-pemerintah yang progresif.

Program GENTING berhasil merangkul sektor swasta, BUMN, hingga komunitas kreatif seperti Rumah Kreatif Light One.

​Pimpinan Rumah Kreatif Light One, Munfajir Ghozali, mengungkapkan bahwa pendekatan “cara lama” dalam edukasi gizi harus segera ditinggalkan.

Baca Juga:42,3% Remaja Putri Cirebon Anemia, Pemkot "Perang" Lawan Stunting dari HuluPemkot Cirebon Tagih Komitmen CSR Perusahaan untuk Tuntaskan Stunting

Pihaknya kini mengoptimalkan produksi film pendek bertema edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat.

​”Kami ingin melibatkan generasi muda melalui pendekatan kreatif yang sejalan dengan program Generasi Berencana (GenRe). Edukasi kesehatan harus masuk melalui kanal-kanal yang digemari anak muda agar pesannya sampai dan menjadi gaya hidup,” ujar Munfajir.

0 Komentar