CIREBONINSIDER.COM – Menghadapi ancaman kemacetan dan kompleksitas mobilitas perkotaan, Pemerintah Kota Cirebon resmi mengunci kerja sama strategis dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Langkah ini diambil untuk memastikan kursi tenaga profesional di sektor transportasi darat terisi oleh putra-putri terbaik daerah melalui jalur ikatan dinas.
Kepastian ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan dengan Pemkot Cirebon, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) di Semarang, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:IPM Kota Cirebon Tembus 78,99: Rekor Tertinggi di Ciayumajakuning dalam LKPJ 2025 Effendi EdoTaktik Baru Wali Kota Effendi Edo, Cirebon Incar Skema 'Creative Financing' demi Akselerasi Jalan Mulus
Memutus Rantai Kekurangan Tenaga Ahli
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan solusi konkret bagi penataan kota di masa depan.
Menurutnya, sektor transportasi yang dinamis memerlukan tangan-tangan ahli yang dididik secara vokasional.
”Kami ingin putra-putri Cirebon menjadi motor penggerak transportasi di kotanya sendiri. Melalui pola pembibitan ini, mereka dididik di institusi elit Kemenhub dan langsung kembali untuk mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemkot Cirebon,” ujar Effendi Edo.
Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan setiap kebijakan lalu lintas di Cirebon didasarkan pada kajian akademis yang kuat. Bukan sekadar penanganan reaktif di lapangan.
Peluang Emas: Kuota 10 Tenaga Ahli hingga 2031
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto, memaparkan detail kebutuhan yang cukup signifikan.
Berdasarkan analisis beban kerja dan peta jabatan, Pemkot Cirebon memproyeksikan kebutuhan minimal 10 tenaga ahli transportasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
”Jalur ini sangat kompetitif dan prestisius. Lulusan SMA asal Kota Cirebon dapat mengikuti seleksi pola pembibitan ini. Begitu lulus dari PTDI-STTD, status mereka sudah jelas sebagai ASN yang memiliki kompetensi khusus, sesuatu yang sangat dibutuhkan Dishub saat ini,” jelas Ujianto.
Baca Juga:Efendi Edo Semprot Disdukcapil: Tak Boleh Ada Lagi Warga Cirebon Keluh Birokrasi Berbelit!Edo Sikat Habis Kabel Semrawut, Targetkan 15 KM Jalur Udara Kota Cirebon Bersih
Dukungan Pusat: Regenerasi Birokrasi Transportasi
Wakil Menteri Perhubungan RI, Komjen Pol (Purn) Suntana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemkot Cirebon.
Ia menilai kolaborasi ini akan mempercepat standarisasi pelayanan transportasi di daerah sesuai dengan visi nasional.
”Pemerintah daerah harus mulai mandiri dalam menyiapkan SDM. Dengan pola pembibitan, kita memangkas gap kompetensi. Saya berharap program ini melahirkan ASN transportasi yang tidak hanya pintar secara teknis, tapi juga profesional dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.(*)
