Sebagai langkah mitigasi kerusakan reputasi, Disbudpar kini menyiapkan skema “Museum Terbuka” mini.
Nantinya, akan dipasang papan informasi sejarah (display naratif) di kawasan Sungai Sukalila agar nilai historis jembatan tidak benar-benar lenyap dari memori kolektif masyarakat.
Menanti Ketegasan di Gedung Dewan
Hasil pertemuan awal merekomendasikan satu poin krusial: persoalan ini harus diselesaikan secara formal di meja DPRD Kota Cirebon.
Baca Juga:Bukan Sekadar Normalisasi, Kota Cirebon Incar Ikon Wisata 'Lebak Sukalila'Wajah Baru Sukalila: Pemkot Cirebon Mulai Operasi Besar Normalisasi Jantung Kota
Tidak hanya kepala dinas, Wali Kota Cirebon pun dipastikan akan dipanggil untuk memberikan pertanggungjawaban terkait sinkronisasi pembangunan infrastruktur yang ramah warisan budaya.
Kasus Sukalila adalah potret nyata betapa koordinasi lintas instansi di daerah masih seringkali “rabun” sejarah.
Jika pembangunan hanya berorientasi pada beton dan debit air tanpa mempertimbangkan nilai arkeologis, maka Cirebon terancam kehilangan marwahnya sebagai Kota Budaya—bertransformasi menjadi kota modern yang gersang akan identitas.(*)
