Pembongkaran Jembatan Kereta Api di Sukalila: Antara Ambisi Normalisasi Sungai dan "Penghapusan" Jejak Sejarah

Pembongkaran-Jembatan-Kereta-Api-Sukalila
Visualisasi pembongkaran jembatan kereta api peninggalan Belanda di Sungai Sukalila Cirebon, saksi bisu sejarah kolonial yang terdampak normalisasi sungai. Foto: Screenshot YouTube @zuhair.rafif_af31

CIREBONINSIDER.COM – Narasi penataan kota di wilayah pesisir Jawa Barat kembali membentur tembok sensitivitas sejarah.

Langkah Pemerintah Kota Cirebon meruntuhkan jembatan kereta api era kolonial di Sungai Sukalila kini berbuah polemik nasional.

Proyek yang awalnya diniatkan sebagai solusi mitigasi banjir, justru dituding publik sebagai bentuk “amnesia sejarah” yang terstruktur.

Baca Juga:Bukan Sekadar Normalisasi, Kota Cirebon Incar Ikon Wisata 'Lebak Sukalila'Wajah Baru Sukalila: Pemkot Cirebon Mulai Operasi Besar Normalisasi Jantung Kota

​Kegaduhan yang Memaksa Pemerintah Bertekuk Lutut

​Reaksi keras dari para pemerhati budaya dan netizen di jagat maya memaksa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon melakukan manuver darurat.

Setelah pembongkaran tersebut memicu gelombang kritik, otoritas terkait akhirnya menggelar evaluasi tertutup dengan berbagai pemangku kepentingan.

​Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengakui bahwa tekanan publik menjadi katalis utama evaluasi ini.

“Kami menindaklanjuti masukan yang berkembang luas di media massa dan sosial. Ini menjadi dasar kami untuk membawa persoalan ini ke level pimpinan daerah guna pembahasan lebih lanjut,” tegas Agus dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

​Dilema Mitigasi: Membuang Banjir, Membuang Identitas?

​Persoalan ini menjadi pelik karena melibatkan dua kepentingan yang saling beradu: keselamatan warga dari banjir tahunan dan pelestarian identitas kota.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, membeberkan bahwa eksekusi pembongkaran tersebut murni dilakukan atas permintaan Pemerintah Kota.

​Sungai Sukalila, yang selama ini menjadi urat nadi pembuangan air di pusat kota, memang kerap meluap.Konstruksi jembatan lama dianggap menghambat aliran karena sedimen yang sudah dangkal.

Baca Juga:Cirebon Reborn: Sungai Sukalila Disulap Jadi Ikon Wisata, Proyek Fisik Dimulai Senin!PKL Sukalila Cirebon Pindah Permanen ke Pasar Pagi, Wali Kota Beri Bebas Sewa 1 Tahun Penuh

Namun, ironinya, aset yang dihancurkan tersebut adalah saksi bisu kejayaan transportasi kereta api di tanah Cirebon pada masa lampau.

​”Kami memohon maaf atas polemik ini. Pembongkaran dilakukan untuk mendukung penataan sungai. Kami pastikan materialnya aman sebagai aset dan tidak dipindahtangankan,” ujar Sigit menekankan aspek pengamanan aset sisa.

​Celah Regulasi: Rapuhnya Benteng Cagar Budaya

​Polemik ini menguak fakta pahit bagi dunia konservasi: jembatan bersejarah tersebut rupanya belum terdaftar resmi sebagai objek cagar budaya (ODCB).

Celah regulasi inilah yang menjadi “peluru” bagi dinas teknis untuk melakukan eksekusi tanpa koordinasi mendalam dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

0 Komentar