CIREBONINSIDER.COM – Di tengah ambisi besar pemerintah pusat melakukan migrasi data kependudukan ke ekosistem digital, Kota Cirebon muncul sebagai “pemain kunci” di Jawa Barat.
Bukan sekadar mengejar angka, kota ini berhasil meruntuhkan stigma birokrasi yang lamban melalui pencapaian administrasi kependudukan yang kini resmi melampaui standar nasional.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Andi Armawan, mengonfirmasi bahwa realisasi pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayahnya telah menyentuh angka 10,99 persen.
Baca Juga:Gebrakan KDM: Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Tak Perlu KTP Pemilik Asli, Pungli Rp700 Ribu Tamat!Raperda Adminduk Kabupaten Cirebon Segera Disahkan, Urus KTP dan KK Tak Perlu Antre
Angka ini cukup impresif mengingat target nasional dipatok pada level 9 persen.
Sinyal Kesiapan Masyarakat Digital
“Capaian ini adalah validasi bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar wacana di meja rapat. Masyarakat Cirebon mulai menerima dan mengadopsi IKD sebagai solusi akses layanan yang lebih ringkas dan efisien,” ujar Andi Armawan, Rabu (8/4/2026).
Loncatan digital ini menjadi krusial. Dengan populasi mencapai 359.150 jiwa, Cirebon memikul beban administratif yang cukup padat.Dari total tersebut, sebanyak 264.333 jiwa merupakan penduduk wajib KTP.
Menariknya, progres perekaman KTP elektronik (KTP-el) di kota ini sudah mengunci angka 99,22 persen, jauh di atas ambisi nasional yang berada di angka 98,25 persen.
Inovasi Satu Jam Selesai: Putus Rantai Tunggu
Apa yang membuat Cirebon unggul? Jawabannya terletak pada pemangkasan birokrasi yang radikal. Andi mengungkapkan, pihaknya kini menerapkan standar layanan “Satu Jam Selesai” untuk dokumen kependudukan, selama persyaratan pemohon dinyatakan valid.
“Kami memutus rantai tunggu dari hitungan hari menjadi hanya sekitar 60 menit. Ini didukung dengan perluasan titik layanan hingga ke tingkat kecamatan, operasional di hari Sabtu, serta unit layanan keliling yang proaktif menjemput bola ke pemukiman,” tegasnya.
Dominasi di Segala Lini Sipil
Dominasi performa Disdukcapil Cirebon tidak hanya berhenti pada penduduk dewasa. Data terbaru menunjukkan tren positif pada indikator lainnya:
– Kartu Identitas Anak (KIA): Mencapai 61,59 persen, melampaui target nasional (60%).
Baca Juga:Calon Penumpang KAI Kehilangan KTP? Jangan Panik, Ini SolusinyaKejar Target 2.000 Pemula Rekam KTP, Disdukcapil Kota Cirebon Buka Layanan Akhir Pekan
– Akta Kelahiran: Bertengger di angka 97,07 persen, lebih tinggi dari standar nasional (96%).
Tantangan Keamanan Data
Meski sukses secara kuantitas, tantangan besar kini bergeser pada aspek kualitas dan keamanan data. Keberhasilan melampaui target nasional ini menempatkan Cirebon sebagai role model daerah lain.
