”Dukuh Semar punya potensi menjadi ruang akulturasi budaya. Kita ingin orang datang ke sini bukan sekadar transaksi beli bunga, tapi juga bisa menikmati suasana, kuliner, dan beribadah. Ini adalah contoh penataan kota yang berkelanjutan,” jelas Harry.
Standar Baru Tata Kota Cirebon
Keberhasilan revitalisasi Dukuh Semar akan menjadi preseden penting bagi daerah lain.
Di tengah tantangan keterbatasan lahan perkotaan, Pemerintah Kota Cirebon membuktikan bahwa penataan pedagang kaki lima (PKL) bisa dilakukan tanpa konflik jika dibarengi dengan penyediaan infrastruktur yang lebih unggul dari lokasi sebelumnya.
Baca Juga:Pemkot Cirebon akan Relokasi PKL Sukalila ke PGC, Iing Daiman: Setahun Pertama GratisWajah Baru Sukalila: Pemkot Cirebon Mulai Operasi Besar Normalisasi Jantung Kota
Dukuh Semar kini bersiap bertransformasi: dari sekadar lahan relokasi menjadi “Oasis” ekonomi dan budaya yang memperkuat identitas Cirebon sebagai kota jasa yang modern namun tetap religius.
Laporan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemangku kebijakan dan pelaku usaha adalah kunci utama dalam mewujudkan kota yang inklusif.(*)
