CIREBONINSIDER.COM – Pendopo Kabupaten Indramayu bertransformasi menjadi pusat kajian strategis pertahanan nasional.
Senin (6/4/2026), Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi menerima 24 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) dalam misi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan.
Kehadiran para calon jenderal ini menandai babak baru dalam manajemen krisis wilayah. Di bawah kepemimpinan Lucky Hakim, Indramayu kini diposisikan sebagai “Laboratorium Pertahanan Pesisir”—sebuah langkah berani untuk menjawab ancaman nyata abrasi ekstrem dan perubahan iklim yang mulai menggerogoti stabilitas ekonomi lokal.
Baca Juga:Indramayu Darurat Sampah Lebaran, Bupati Lucky Hakim Instruksikan Sewa Armada Tambahan: Harus Angkut Tiap HariGebrakan Pasca Lebaran: Lucky Hakim 'Todong' Kepala OPD Indramayu Selesaikan Masalah Sampah dan Jalan
Pertahanan Pesisir: Benteng Lumbung Pangan Nasional
Dalam sambutannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa ketahanan wilayah di Indramayu memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari sekadar aspek militer. Sebagai daerah dengan garis pantai terpanjang di Jawa Barat, tantangan terbesar saat ini bukanlah serangan fisik, melainkan bencana lingkungan yang sistematis.
”Indramayu adalah garda terdepan nasional. Banjir rob dan abrasi bukan lagi isu lingkungan semata, tapi ancaman langsung terhadap kedaulatan pangan kita,” ujar Lucky Hakim tegas.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab), TNI, dan Polri harus melahirkan sistem pertahanan adaptif-progresif.
Tujuannya jelas: melumpuhkan ancaman non-militer yang selama ini menghambat denyut nadi ekonomi warga Pantura.
SESKOAD: Bedah Realitas Sosial dan Geografis
Koordinator Lapangan KKL, Kolonel Inf Imam Purnomo Hadi, S.I.P., mengungkapkan bahwa pemilihan Indramayu (6–9 April 2026) sebagai lokasi studi lapangan bukan tanpa alasan.
Kompleksitas geografis Indramayu menuntut para perwira untuk mampu menerjemahkan teori pertahanan ke dalam solusi konkret.
”Kami ingin para perwira siswa memiliki perspektif makro. Memahami denyut nadi masyarakat pesisir adalah kunci merumuskan strategi pertahanan yang aplikatif dan tidak kaku,” ungkap Kolonel Imam.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Warning ASN Indramayu Pasca Lebaran: Jangan Alergi Kritik di Media SosialIndramayu Sabet UHC Awards 2026 Kategori Madya, Kepesertaan JKN Tembus 98 Persen
Paradigma Baru Kepemimpinan Lucky Hakim
Langkah Lucky Hakim merangkul institusi elite TNI seperti SESKOAD menunjukkan pergeseran paradigma kepemimpinan di Indramayu.
Dengan menarik perhatian militer ke isu pesisir, muncul harapan besar akan adanya Rekomendasi Strategis yang langsung sampai ke meja pemerintah pusat.
Keterlibatan SESKOAD diharapkan menjadi pemicu kebijakan nasional yang lebih serius dalam menangani mitigasi bencana di sepanjang jalur Pantura.
