Gandeng Komdigi, Badan Gizi Nasional Pasang ‘Radar Krisis’ Digital Pantau Program MBG

Rakor-BGN-dan-Komdigi
Rakor Badan Gizi Nasional dan Kementerian Komdigi membahas strategi digitalisasi monitoring Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Humas BGN

​CIREBONINSIDER.COM – Menghadapi derasnya arus informasi dan potensi hoaks, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah progresif dengan memperkuat benteng digital.

Berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BGN kini mengoperasikan strategi komunikasi berbasis data untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa di era algoritma, kecepatan merespons isu adalah kunci menjaga legitimasi program nasional.

Baca Juga:Bukan Sekadar Makan Gratis, BGN Ungkap Strategi Komunikasi Humanis untuk Kawal Program MBGPasca Banjir Cisanggarung: Wabup Kuningan Sidak Dapur MBG dan Percepat Logistik di Karangsari

​Mitigasi Hoaks Melalui Analisis PESTLE

Menggunakan pisau analisis PESTLE, BGN memetakan bahwa variabel teknologi dan opini publik adalah tantangan paling dinamis. Oleh karena itu, BGN menerapkan sistem manajemen konten multiformat yang adaptif.

​”Kami memantau karakter audiens di setiap platform. Instagram cenderung positif, sementara platform X lebih kritis. Strategi kami harus responsif terhadap keduanya agar misinformasi tidak menjadi liar,” jelas Hida di Bekasi (6/4).

​Digitalisasi Akuntabilitas

Kolaborasi dengan Komdigi memastikan bahwa setiap data capaian program tersaji secara transparan dan terukur melalui pendekatan AMEC.

Penggunaan User Generated Content (UGC) dari unit pelayanan di daerah juga menjadi “Radar Krisis” alami yang memvalidasi kondisi rill di lapangan secara real-time.

​Dengan sistem ini, BGN tidak hanya menepis berita palsu, tetapi membangun ekosistem informasi yang kredibel.

Masyarakat diajak untuk menilai sendiri manfaat program melalui data faktual dan bukti visual yang tersebar di berbagai kanal digital.(*)

0 Komentar