2. Kualitas Bahan Pangan: BGN didorong untuk melakukan pengawasan berlapis pada rantai pasok lokal. Seluruh bahan baku harus berasal dari vendor yang memiliki sertifikasi keamanan pangan.
3. Keamanan Konsumsi: Pembangunan sistem mitigasi real-time untuk memantau potensi efek samping dan mencegah insiden keracunan secara preventif sebelum makanan didistribusikan.
Menjaga Tren Positif dan Keselamatan Rakyat
Meskipun sempat terjadi dinamika di beberapa titik pelayanan, Netty mengapresiasi adanya tren penurunan jumlah SPPG bermasalah dalam beberapa pekan terakhir. Data ini mengindikasikan bahwa mekanisme evaluasi dan sanksi mulai bekerja efektif di akar rumput.
Baca Juga:Pasca Banjir Cisanggarung: Wabup Kuningan Sidak Dapur MBG dan Percepat Logistik di KarangsariKlarifikasi BGN: Insentif Rp6 Juta Program Makan Bergizi Bukan 'Cuan' Instan Mitra
”Perbaikan yang terjadi harus terus dijaga konsistensinya. Jangan sampai setelah pengawasan melonggar, standar kesehatan kembali menurun. Yang kita jaga bukan hanya keberlangsungan program, tetapi kualitas layanan dan keselamatan setiap anak penerima manfaat,” pungkas Netty.(*)
