– Industri Pengolahan (18,61%): Menjadi tumpuan utama wilayah industri seperti Cirebon.
– Sektor Pertambangan: Justru terpuruk dengan penurunan serapan hingga 0,04 juta orang.
Bagi wilayah penyangga seperti Cirebon, ketergantungan pada sektor industri pengolahan adalah pisau bermata dua. Jika kualifikasi tenaga kerja lokal tidak segera di-upgrade, warga lokal hanya akan menjadi penonton di tengah ekspansi pabrik-pabrik baru.
Dapur Cirebon: Antara Angka BPS dan Realitas Harga Beras
Prestasi Pemprov Jabar di tahun 2025 memang patut diapresiasi, namun jangan sampai pemerintah daerah “ternina-bobokan” oleh data statistik.
Penurunan kemiskinan sebesar 0,3% hanyalah langkah kecil di tengah badai ekonomi yang masih tidak menentu. Penyaluran bantuan modal usaha untuk 57 KUBE pun dirasa masih sangat mikroskopis dibandingkan luasnya wilayah Jawa Barat.
Baca Juga:BPS Ungkap Sektor Penyumbang Inflasi Paling Tinggi di Cirebon pada Juni 2025Sengkarut Data Kemiskinan Kota Cirebon: DPRD Desak Muskel Digelar Bulanan, Bukan Setahun Sekali
Pada akhirnya, rakyat Cirebon tidak butuh sekadar tabel presentasi yang berwarna hijau di rapat paripurna. Yang dibutuhkan adalah kemandirian ekonomi yang nyata—di mana antrean panjang warga yang berebut beras murah di alun-alun tak lagi terlihat, karena setiap dapur sudah mampu berdiri tegak dengan hasil keringat sendiri. (*)
