CIREBONINSIDER-COM – Momentum Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon tidak hanya diperingati dengan seremoni belaka. Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mengambil langkah strategis dengan menggelar layanan kontrasepsi gratis bagi masyarakat.
Berpusat di Puskesmas Sumber pada Selasa (31/3), kegiatan pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menekan angka kehamilan tidak direncanakan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pengendalian Penduduk
Langkah taktis ini merupakan hasil kolaborasi solid antara DPPKBP3A, Dinas Kesehatan, UPTD P5A Kecamatan Sumber, hingga kader kesehatan tingkat akar rumput.
Baca Juga:Sidak THR DPRD Kabupaten Bekasi: Soroti Nasib Security di PT Liwewe, Vendor Outsourcing Beri Janji H-7Menakar Kinerja Pemkab, DPRD Kabupaten Cirebon Siapkan Agenda Uji LKPj 2025 di April 2026
Tercatat, sebanyak 25 akseptor langsung mendapatkan manfaat layanan secara cuma-cuma, yang terdiri dari 5 akseptor metode IUD dan 20 akseptor metode implan.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menegaskan bahwa perluasan akses layanan KB adalah kunci dalam menciptakan keluarga yang berkualitas.
”Kami berkomitmen terus meningkatkan akses pelayanan yang berkualitas dan terjangkau. Kerja sama lintas sektor ini adalah bentuk keseriusan kami dalam pengendalian jumlah penduduk dan upaya peningkatan kualitas hidup keluarga di Cirebon,” ujar sosok yang akrab disapa Fitri tersebut.
Visi ‘Teteg lan Tutug’: Dari Perencanaan hingga Ekonomi Mandiri
Pemilihan metode MKJP bukan tanpa alasan. Secara teknis, IUD mampu memberikan perlindungan hingga 8 tahun, sementara implan efektif hingga 3 tahun.
Durasi panjang ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode jangka pendek dalam menjaga jarak kelahiran.
Lebih dari sekadar alat kontrasepsi, program ini memiliki dimensi sosial-ekonomi yang mendalam. Dengan perencanaan keluarga yang matang, masyarakat diharapkan mampu:
– Menurunkan Angka Stunting: Anak yang lahir dalam keluarga terencana memiliki peluang tumbuh kembang lebih optimal.
Baca Juga:Menakar Kinerja Pemkab, DPRD Kabupaten Cirebon Siapkan Agenda Uji LKPj 2025 di April 2026DPRD Kabupaten Cirebon Sahkan 3 Perda Strategis, Solusi Bansos Salah Sasaran hingga Proteksi Nelayan Pesisir
– Kemandirian Ekonomi: Orang tua dapat lebih fokus pada pengelolaan finansial dan masa depan keluarga.
– Kesehatan Reproduksi: Menjamin perlindungan medis yang aman di bawah pengawasan tenaga ahli.
Semangat ini selaras dengan tema Hari Jadi Cirebon tahun ini, ‘Teteg lan Tutug’ (Teguh dalam Prinsip, Tuntas dalam Bekerja).
