Harga BBM Per 1 April 2026 Tetap, tapi Beli Pertalite di Cirebon Kini Dibatasi 50 Liter, Cek Aturan Barunya!

Antrean-BBM-SPBU
Visualisasi eksklusif antrean kendaraan di SPBU Kalijaga Cirebon, menonjolkan kebijakan pembatasan 50L/hari Pertalite via MyPertamina yang berlaku mulai 1 April 2026, berdasarkan data Polres Cirebon Kota. Foto: Ilustrasi/AI

​CIREBONINSIDER.COM – Masyarakat di wilayah Cirebon sempat dikejutkan dengan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Selasa (31/3/2026).

Meski isu kenaikan harga BBM non-subsidi sempat mencuat, Pemerintah memastikan harga BBM per 1 April 2026 tidak mengalami kenaikan. Namun, ada aturan main baru yang wajib dipahami warga: pembatasan kuota Pertalite.

​Pembatasan 50 Liter: Upaya Subsidi Tepat Sasaran

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual menegaskan bahwa meskipun harga tetap, pemerintah mulai memperketat distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Baca Juga:Jurus Irit BBM: Pemerintah Godok WFH 1 Hari Sepekan Pasca Lebaran 2026Selat Hormuz Memanas, Pasokan BBM RI Terancam? Komisi I DPR Desak Mitigasi Darurat APBN

​Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penghematan energi nasional agar subsidi tidak bocor kepada pihak yang tidak berhak.

​“Penggunaan barcode MyPertamina akan menjadi acuan utama. Batas wajar pembelian untuk kendaraan pribadi ditetapkan maksimal 50 liter per hari,” ujar Airlangga.

​Siapa saja yang dibatasi?

– ​Kendaraan Pribadi: Maksimal 50 liter per hari (wajib scan MyPertamina).

– ​Layanan Publik: Ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran, dan armada sampah tetap dibatasi 50 liter/hari.

– ​Pengecualian: Truk logistik, angkutan umum (angkot), dan bus tidak dikenakan batasan ini karena kebutuhan operasional yang besar.

​Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa perbedaan perlakuan antara kendaraan pribadi dan angkutan umum dilakukan demi menjaga stabilitas harga pangan dan biaya transportasi logistik di masyarakat.

​Kondisi Lapangan: SPBU Cirebon Sempat “Memerah”

​Pantauan di lapangan menunjukkan gelombang antrean kendaraan sempat meluber hingga ke badan jalan di beberapa titik strategis Kota dan Kabupaten Cirebon sejak Selasa siang hingga sore.

Baca Juga:Kejutan Awal Tahun 2026: Pertamax cs Turun Drastis, Cek Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru!Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Presiden Prabowo Didesak Lobi Langsung Iran

​Dua titik yang menjadi pusat perhatian adalah SPBU Larangan dan SPBU Kalijaga. Di SPBU Kalijaga, antrean memanjang hingga menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, dipicu oleh kekhawatiran warga akan isu kelangkaan yang beredar liar di media sosial.

​Polisi Turun Tangan: Stok BBM Aman, Warga Diminta Tenang

​Menyikapi fenomena panic buying ini, jajaran Polres Cirebon Kota bergerak cepat melakukan monitoring. Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP H. Juntar Hutasoit, memastikan bahwa antrean tersebut bukan disebabkan oleh kekosongan stok.

​”Hasil monitoring kami di SPBU Larangan dan sekitarnya menunjukkan pasokan BBM tetap normal dengan pengiriman rutin setiap hari. Antrean terjadi karena masyarakat termakan isu yang belum jelas kebenarannya,” tegas AKP Juntar.

0 Komentar