​CIREBONINSIDER.COM– Wajah sektor pertanian di Kalimantan Tengah kini tak lagi identik dengan kerja fisik yang melelahkan.
Di hamparan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, pemandangan mulai berubah drastis: para petani kini menggenggam remote control dan menerbangkan drone canggih untuk mengelola padi skala luas.
​Langkah berani ini diambil Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai strategi utama percepatan tanam dan peningkatan produktivitas.
Baca Juga:Ancaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap BasahKementan Percepat Hilirisasi Peternakan, Amankan Stok Makan Bergizi Gratis dan Genjot Ekspor
Bukan sekadar gaya-gayaan, penggunaan drone di Kapuas adalah kunci untuk mengejar target swasembada pangan nasional yang dipatok Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
​Ambisi Swasembada: Panen 3 Kali Setahun
​Menteri Amran menegaskan bahwa lahan CSR bukan hanya soal memperluas area, tapi soal efisiensi mekanisasi.
Dengan potensi air yang melimpah di Kapuas, target panen dinaikkan menjadi dua hingga tiga kali setahun.
​”Kita tidak bisa menggunakan cara lama untuk hasil yang luar biasa. Potensi alam yang subur harus dikelola dengan teknologi agar swasembada bukan sekadar mimpi, tapi kenyataan,” tegas Amran.
​Brigade Pangan: Generasi Baru Petani Digital
​Untuk memastikan teknologi ini tidak mangkrak, Kementan melalui SMK-PPN Banjarbaru menerjunkan tim ahli guna membekali Brigade Pangan di Desa Bina Mekar, Kapuas Murung.
Mereka tidak lagi diajarkan cara mencangkul konvensional, melainkan dilatih menguasai navigasi udara untuk pemetaan lahan dan pemeliharaan tanaman secara presisi.
​Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyebut sinergi teknologi dan SDM adalah “harga mati” untuk keberlanjutan pangan Indonesia.
Baca Juga:Dunia di Ambang Kelaparan Akut, Mentan Amran: Swasembada Harga Mati, Kita Putar Dunia!Sindir Riset "Laci", Mentan Amran Gandeng BRIN & 18 Kampus: Paksa Inovasi Turun ke Sawah!
Sementara itu, Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri A.P., menjelaskan tiga pilar pelatihan drone yang diberikan:
– ​Navigasi Udara: Prosedur operasional penerbangan yang aman.
– ​Pemetaan Presisi: Data akurat untuk pemupukan dan pemantauan tanaman dari udara.
– ​Maintenance Perangkat: Perawatan mandiri agar bantuan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) memiliki masa pakai yang panjang.
​Transformasi Menuju Lumbung Pangan Dunia
​Muhammad Amin, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda melalui Brigade Pangan adalah nyawa dari modernisasi ini. Dengan drone, pertanian menjadi lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.
​Melalui lompatan teknologi ini, Kalimantan Tengah diproyeksikan tidak hanya menjadi penyangga pangan nasional, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk tampil sebagai lumbung pangan dunia di masa depan.(*)
