Strategi Cerdas Petani Hadapi Kemarau 2026: Hemat Air 20% lewat Inovasi Pipa Paralon AWD

Pipa-Paralon-Teknologi-AWD
Visualisasi pipa paralon teknologi AWD di sawah untuk efisiensi air irigasi menghadapi musim kemarau 2026. Foto: Humas Kementan

CIREBONINSIDER.COM – Menghadapi musim kemarau yang kian tidak menentu di tahun 2026, efisiensi air menjadi “harga mati” bagi keberlanjutan pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) kini tengah masif mendorong metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang sebagai solusi konkret bagi petani padi.

​Teknologi yang terlihat sederhana ini nyatanya memiliki dampak luar biasa. Berdasarkan pengujian intensif, AWD terbukti mampu memangkas penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi sedikit pun.

Baca Juga:Jalan Usaha Tani dan Irigasi Rusak Parah, Petani Indramayu-Cirebon Ngadu ke DPRD JabarAda Pembangunan Irigasi Perpipaan, Pemkab Cirebon Targetkan Perluasan MT3 Sawah Tadah Hujan

​Instruksi Mentan Amran: Air Adalah Kunci

​Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengelolaan air adalah faktor determinan dalam menjaga produksi pertanian nasional.

Di tengah ancaman kekeringan ekstrem, ketersediaan air yang terencana menjadi benteng pertahanan utama.

​“Pengelolaan air menjadi faktor krusial. Ketersediaan yang efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya.

​Rahasia Pipa Paralon: Sederhana Namun Presisi

​Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa AWD merupakan hasil adaptasi teknologi International Rice Research Institute (IRRI) yang dikembangkan sejak 2013 di Indonesia. Senjatanya sederhana: Pipa Paralon berlubang.

​Analis BRMP Lingkungan Pertanian, Ali Pramono, memaparkan bagaimana “alat ajaib” ini bekerja:

– ​Monitoring Akurat: Pipa paralon (diameter 10-15 cm) ditanam di sawah sebagai alat ukur tekanan cairan (piezometer sederhana).

– ​Siklus Pengairan: Petani tidak lagi menggenangi sawah secara terus-menerus.

– ​Titik Kritis: Air baru dialirkan kembali saat muka air di dalam pipa turun hingga 10–15 cm di bawah permukaan tanah.

Baca Juga:Musim Kemarau Basah Masih Berlangsung, Berikut Manfaat dan BahayanyaRakor Antisipasi Banjir, Pj Bupati Cirebon: Normalisasi Sungai Sebaiknya saat Musim Kemarau

​”AWD bukan sekadar teknik pengairan, tapi bagian dari strategi mitigasi yang memperkuat perakaran tanaman sehingga lebih tahan terhadap cekaman kekeringan,” ungkap Ali.

​Keuntungan Ganda: Ekonomi dan Ekologi

​Selain menghemat air, teknik ini memberikan bonus ekologis yang signifikan. Pengairan berselang membantu memperbaiki struktur tanah dan secara drastis menurunkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.

​Dengan efisiensi air mencapai 17-20%, volume air yang tersisa kini dapat dialokasikan untuk memperluas layanan irigasi ke lahan pertanian lain yang sebelumnya kekeringan.

Inilah wujud nyata Climate Smart Agriculture yang menjaga lumbung pangan tetap terisi meski di puncak musim panas.(*)

0 Komentar