Wali Kota Cirebon Sentil Budaya 'Peta-petaan' di Instansi: Kerja Itu untuk Rakyat, Bukan Kelompok!

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo memberikan arahan tegas kepada kader PKK dan Posyandu mengenai penghapusan sekat birokrasi di Rumah Dinas Wali Kota. Foto: Humas Pemkot Cirebon

CIREBONlNSIDER.COM– Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memberikan teguran sekaligus arahan strategis mengenai pentingnya menghapus fragmentasi atau budaya “peta-petaan” dalam bekerja di lingkungan pemerintahan hingga kader akar rumput.

​Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas lembaga sekaligus silaturahmi yang diinisiasi Tim Pembina Posyandu Kota Cirebon di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (27/3/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan kembali langkah pembangunan berbasis masyarakat di Kota Udang.

Baca Juga:IPM Kota Cirebon Tembus 78,99: Rekor Tertinggi di Ciayumajakuning dalam LKPJ 2025 Effendi EdoTaktik Baru Wali Kota Effendi Edo, Cirebon Incar Skema 'Creative Financing' demi Akselerasi Jalan Mulus

​Satu Tahun Kepemimpinan: Membangun Jembatan Persatuan

​Memasuki satu tahun masa baktinya bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, Effendi Edo mengaku terus berupaya membangun jembatan persatuan.

Menurutnya, sinergi antar-elemen pemerintahan harus bergerak dalam irama gotong royong yang nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas.

​”Saya terus berupaya setiap hari, bagaimana caranya semua bisa bersama, bersatu, dan gotong royong. Saya sangat berharap tidak ada lagi ‘peta-petaan’ atau pengelompokan tertentu dalam bekerja,” tegas Effendi di hadapan para kader yang hadir.

​Ia memaparkan bahwa fragmentasi kerja hanya akan menjadi penghambat pelayanan publik.

“Jujur saja, kalau kita masih bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang terfragmentasi, hasilnya tidak akan pernah maksimal untuk rakyat,” tambahnya.

​Integritas Kader di Garda Terdepan

​Effendi juga menyoroti pentingnya integritas kepemimpinan di tingkat bawah. Baginya, menjadi pengurus lembaga seperti PKK, Posyandu, hingga PAUD bukanlah soal status sosial atau prestise, melainkan tanggung jawab moral yang besar.

​Ia meminta seluruh kader untuk mengedepankan nilai pengabdian yang tulus dan tidak bekerja hanya untuk menyenangkan atasan.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSidak Pasca Lebaran 2026: 99% ASN Kota Cirebon Masuk Kerja, Wali Kota Beri Warning Khusus Pejabat

​”Bekerjalah dengan ikhlas. Orientasi utama kita adalah masyarakat. Saya berharap Ibu-ibu semua menunjang program yang ada bukan demi menyenangkan Ketua atau Wali Kota, tapi semata-mata untuk melayani warga yang memang membutuhkan,” pesan Wali Kota.

​Noviyanti Edo: Runtuhkan Sekat Komunikasi

​Senada dengan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, memandang pertemuan ini sebagai ajang “recharge” energi bagi pengurus. Ia menekankan bahwa sinergi lintas lembaga memerlukan keberanian untuk melepaskan ego pribadi.

​”Ini momen penting, bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tapi bagaimana kita meruntuhkan sekat-sekat komunikasi agar bisa saling bersinergi membangun Kota Cirebon,” ungkap Noviyanti.

0 Komentar