Indramayu Sabet UHC Awards 2026 Kategori Madya, Kepesertaan JKN Tembus 98 Persen

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim menerima trofi UHC Awards 2026 kategori Madya di JIEXPO Jakarta. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali mengukir prestasi gemilang di panggung nasional.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, secara langsung menerima penghargaan kategori Madya dalam ajang bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di Ballroom JIEXPO, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

​Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Pemerintah Pusat dan BPJS Kesehatan atas dedikasi pemerintah daerah yang berhasil memastikan jaminan kesehatan bagi mayoritas penduduknya secara inklusif.

Baca Juga:Cirebon Raih UHC Awards 2026: Saat Hak Sehat Bukan Lagi Mewah tapi Nyata bagi 99% WargaCirebon Gagal UHC 2025: DPRD 'Suntik' Dana Pokir demi Selamatkan Jaminan Kesehatan Warga

​Komitmen Nyata Layanan Inklusif

​Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar simbol prestasi di atas kertas, melainkan manifestasi dari kerja keras seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Indramayu.

​“Penghargaan kategori Madya ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata, ” ujar Lucky.

“Kami ingin memastikan seluruh warga Indramayu, tanpa terkecuali, memiliki akses mudah dan terjangkau terhadap layanan kesehatan berkualitas,” tambahnya usai menerima trofi.

​Lebih lanjut, ia meminta prestasi ini menjadi pelecut semangat bagi tenaga medis dan birokrasi kesehatan untuk terus berinovasi.

Tantangan ke depan, menurut Lucky, adalah menjaga standar pelayanan agar manfaat program UHC benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.

​Analisis Keberhasilan: Lonjakan Signifikan Sejak 2024

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menjelaskan bahwa keberhasilan meraih kategori Madya merupakan lompatan besar. Sebelumnya, pada Juli 2024, Indramayu berada di kategori Pratama.

​Penguatan program yang dilakukan secara masif sepanjang Oktober 2024 hingga Desember 2025 akhirnya membuahkan hasil di awal tahun 2026 ini.

Baca Juga:Kota Cirebon UHC 100 Persen: Anggaran Rp38 Miliar Cair, Berobat Kini Cukup Pakai KTPGaji Rp2 Juta Dianggap Mampu? Komisi IX DPR Bongkar Sengkarut Data Desil 6 BPJS Kesehatan

Ada tiga indikator kunci yang membuat Indramayu unggul:

Pertama, Cakupan Kepesertaan: Kepesertaan JKN di Indramayu kini telah menembus angka minimal 98 persen.

Kedua, ​Aktivitas Peserta: Tingkat keaktifan peserta berada di atas 85 persen, menunjukkan sistem yang berjalan sehat.

Ketiga, ​Kepatuhan Fiskal: Pemerintah daerah disiplin dalam pendaftaran dan pembayaran iuran PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah).

​“Dampak program JKN kini makin dirasakan merata. Kuatnya peran kepala daerah dalam menetapkan kebijakan kesehatan yang selaras dengan RPJMN menjadi kunci utama Indramayu meraih kategori Madya tahun ini,” jelas dr. Wawan.

0 Komentar