CIREBONINSIDER.COM – Era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih kelas dunia, John Herdman, resmi dimulai dengan performa yang menggetarkan.
Bertajuk laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (24/3/2026), Skuad Garuda sukses melumat tim tamu Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0.
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka, melainkan pembuktian filosofi Direct Football milik Herdman yang langsung menyatu dengan talenta lokal.
Baca Juga:PSSI Buka Lowongan Volunteer Timnas Indonesia 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Benefit Uang SakuSkuad Final Garuda Rilis! John Herdman Coret 17 Pemain, Elkan Baggott Kembali demi FIFA Series 2026
Respek pada Masa Lalu, Fokus pada Transisi
Sebelum laga, Herdman memberikan pernyataan berkelas dengan mengapresiasi fondasi yang telah dibangun Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Namun, pelatih asal Inggris ini menegaskan misinya adalah melakukan upgrade besar-besaran.
”Tugas saya meningkatkan kualitas dengan fokus pada transisi kilat dan organisasi serangan yang lebih dinamis. Ini tantangan yang kami cari,” tegas Herdman. Janji tersebut langsung dibuktikan di lapangan hijau.
Koneksi Maut Beckham Putra & Ole Romeny
Bintang muda Persib Bandung, Beckham Putra, menjadi aktor utama dalam pesta gol kali ini. Pada menit ke-15, ia sukses mencatatkan gol debutnya untuk Timnas Senior setelah menerima umpan terobosan cerdas dari Ole Romeny.
Tak butuh waktu lama bagi Beckham untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-25, ia kembali mencetak gol (brace) melalui penyelesaian dingin ke sudut gawang, kembali berkat assist matang dari Romeny.
Duet “Beckham-Romeny” ini menjadi entitas baru yang sangat menjanjikan bagi lini serang Indonesia.
Revolusi Taktik 4-4-2 dan Gol Zijlstra
Dominasi Indonesia berlanjut di babak kedua. Menit ke-53, Ole Romeny menunjukkan ketajamannya dengan menyambar bola muntah hasil sepak pojok Dony Tri Pamungkas, mengubah skor menjadi 3-0.
Kejutan taktis terjadi pada menit ke-59 saat Herdman melakukan empat pergantian pemain sekaligus, termasuk menarik keluar trio bek utama: Jay Idzes, Jordi Amat, dan Kevin Diks. Indonesia bertransformasi dari formasi awal 3-4-1-2 menjadi 4-4-2.
Baca Juga:Darah Makassar Bakar Nyali Justin Hubner, Pantang Lembek di FIFA Series Jakarta, Siap Buktikan Kelas Garuda!Diplomasi Trofi: Mengapa FIFA Kini Menaruh Kepercayaan Penuh pada Indonesia? Ini Jawabannya
Meski mengubah skema, agresivitas Garuda tak mengendur. Pemain pengganti Mauro Zijlstra menutup pesta gol pada menit ke-75 setelah mengonversi umpan terukur Joey Pelupessy.
