CIREBONINSIDER.COM – Di tengah fluktuasi harga komoditas global yang kian dinamis, Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah taktis untuk membentengi daya beli masyarakat.
Sebanyak 35.031 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan menerima guyuran bantuan pangan cadangan pemerintah secara serentak di 22 kelurahan.
Penyaluran skala besar ini merupakan alokasi “rapel” untuk periode Februari dan Maret 2026. Langkah ini menjadi instrumen jaring pengaman sosial krusial guna meredam dampak inflasi yang membayangi kebutuhan dasar warga di tingkat akar rumput.
Baca Juga:Selat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026Indramayu Siaga Satu Pangan: Strategi Tekan Inflasi Jelang Ramadan 1447 H, Stok Beras Dipastikan Melimpah!
Intervensi Pasar: Bukan Sekadar Seremonial
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turun langsung memastikan distribusi di Kantor Kelurahan Larangan, Kamis (26/3/2026).
Baginya, kehadiran pemerintah di lapangan adalah sinyal kuat bahwa negara hadir saat harga pasar bergejolak.
”Kami bergerak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bantuan ini mencakup warga dari kategori Desil 1 hingga Desil 4—artinya, dari masyarakat miskin ekstrem hingga kelompok menengah rentan sudah tercover,” tegas Siti Farida di sela pemantauan.
Ia menekankan bahwa distribusi serentak ini bukan sekadar membagi beras. Melainkan upaya menjaga ketahanan gizi keluarga agar tetap terjamin di tengah tekanan ekonomi global.
Detail Bantuan dan Target Distribusi
Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan DKPP3, Dinas Sosial, dan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon.
Berdasarkan data teknis, setiap KPM mendapatkan paket signifikan untuk memperkuat stabilitas pangan rumah tangga: Beras cadangan pemerintah 20 Kilogram (Alokasi 2 bulan), dan minyak goreng 4 Liter.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema distribusi cepat agar manfaatnya segera dirasakan.
Baca Juga:Wawali Cirebon Sebut Ancaman Inflasi Bukan Cuma Pangan, Minta Harga Kebutuhan Dasar Lain Ikut DikendalikanPemkot Cirebon Catat Capaian Inflasi Stabil Sepanjang 2025, Farida: Langkah-langkah Kita di Jalur yang Tepat
”Volume bantuan periode ini memang meningkat merespons kebutuhan riil warga. Kami targetkan seluruh proses distribusi untuk 35.031 KPM ini tuntas dalam enam hari ke depan, yakni hingga 31 Maret 2026,” jelas Imam.
Transparansi dan Barometer Pelayanan
Pemerintah Kota Cirebon menjadikan Kelurahan Larangan sebagai barometer kelancaran distribusi bagi wilayah lain.
Siti Farida menginstruksikan seluruh petugas lapangan untuk melayani warga dengan standar tinggi dan menjaga ketertiban.
Apresiasi khusus diberikan kepada Bulog Cirebon yang dinilai konsisten menjaga stok pangan daerah.
