CIREBONINSIDER.COM – Suasana hari pertama kerja usai libur Idulfitri 1447 H di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon terasa emosional.
Rabu (25/3/2026), Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel pagi yang sekaligus menjadi momentum perpisahan bagi jajaran direksi.
Agenda Halalbihalal ini dirangkaikan dengan pelepasan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari, yang resmi memasuki masa purna tugas.
Baca Juga:PAD Melejit 70 Persen, Pj Sekda Kota Cirebon Ingatkan Perumda Tirta Giri Nata Jangan Terlena Zona NyamanPipa Warisan Swiss 1978 Jebol, DPRD Kota Cirebon Desak PAM Tirta Giri Nata Audit Total Jaringan Tua
Filosofi “Rumah Kedua” dalam Pelayanan Publik
Dalam arahannya, Effendi Edo memberikan pesan mendalam yang menyentuh sisi humanis para pegawai. Ia menegaskan bahwa kantor bukan sekadar tempat mengejar target administrasi, melainkan ekosistem hidup bagi para pekerjanya.
”Ingat, kantor ini adalah rumah kita yang kedua. Dari pagi sampai sore kita di sini, maka selayaknya rumah, semua harus dikelola bersama,” ujar Effendi Edo di hadapan ratusan pegawai.
Wali Kota menekankan bahwa rasa memiliki (sense of belonging) adalah kunci utama agar pelayanan air bersih di Kota Cirebon tetap optimal.
Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral atau merasa bekerja sendirian dalam menjaga keberlangsungan perusahaan.
Estafet Kepemimpinan: Warisan Sofyan Satari
Momentum ini juga menandai berakhirnya masa jabatan Sofyan Satari, atau yang akrab disapa Opang, sebagai nakhoda Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.
Effendi Edo memberikan apresiasi tinggi atas berbagai capaian dan terobosan yang telah diraih selama masa jabatan tersebut.
Wali Kota menitipkan tiga pesan krusial bagi suksesi kepemimpinan BUMD tersebut:
Baca Juga:Tak Ada Cek Kosong, Bupati Indramayu Teken Kontrak Kinerja Dewas PDAM: Fokus Kepuasan Pelanggan!Staf Keuangan PDAM Kota Cirebon Korupsi Rp3,71 Miliar Buat Trading dan Judol, Tersisa Rp88 Juta
– Keberlanjutan Program: Direksi baru wajib meneruskan estafet pembangunan yang sudah berjalan.
– Penyelesaian “PR” Perusahaan: Memastikan target-target yang belum tuntas segera diselesaikan melalui percepatan kinerja.
– Inovasi Layanan: Terus melakukan terobosan agar masyarakat Kota Cirebon menikmati kualitas air yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Pesan Terakhir “Opang”: Disiplin RKAP adalah Kunci
Di tempat yang sama, Sofyan Satari menyampaikan rasa harunya. Meski bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon, ia dengan rendah hati mengakui masih adanya kekurangan selama masa kepemimpinannya.
”Harapannya, hal-hal baik dipertahankan, yang kurang diperbaiki, dan yang tidak bisa diperbaiki lebih baik ditinggalkan untuk mencari jalan baru yang lebih efektif,” ungkap Opang.
