CIREBONINSIDER.COM – Inovasi pelayanan publik mewarnai arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 di Jawa Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar melakukan langkah progresif dengan mengalihfungsikan minibus eks kendaraan dinas Gubernur Jawa Barat menjadi unit layanan kesehatan bergerak (Mobile Clinic) di titik krusial kemacetan.
Langkah ini diambil untuk memberikan fasilitas medis VIP bagi para pemudik yang melintasi jalur tol, memastikan perjalanan tetap aman dan terkendali secara kesehatan.
Fasilitas Medis Spesialis di Tengah Tol
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa unit ini bukan sekadar ambulans transportasi.
Baca Juga:Strategi "Libur Dibayar": Tukang Becak Cirebon Terima Rp1,4 Juta demi Kelancaran Mudik 2026Arus Balik Lebaran 2026: Pantura Indramayu Mulai Diserbu, Menhub Wanti-wanti Jauhi Tanggal Keramat Ini!
Di dalamnya, tim medis dari RSUD Welas Asih telah menyulap kabin minibus menjadi ruang periksa fungsional dengan peralatan canggih.
”Beberapa layanan spesialis kami sediakan langsung di dalam minibus, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, rekam jantung (EKG), hingga layanan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil yang sedang dalam perjalanan mudik,” ujar Vini, Rabu (25/3/2026).
Selain layanan spesialis, armada ini dilengkapi dengan emergency kit standar tinggi, alat kejut jantung (defibrillator), monitor tanda vital, serta set pemeriksaan indra.
Jadwal dan Lokasi Operasional
Bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan menuju arah Timur, berikut adalah jadwal operasional armada “RS Berjalan” ini:
– Rest Area KM 57 Karawang: Telah beroperasi pada gelombang awal, 16–17 Maret 2026.
– Rest Area KM 62 Karawang: Siap melayani secara intensif pada puncak arus mudik, 26 dan 27 Maret 2026.
Total 12 Unit Siaga Tempur
Dinkes Jabar tidak hanya mengandalkan unit eks-kendaraan dinas gubernur. Secara total, terdapat 12 unit mobil layanan kesehatan serupa yang disiagakan di jalur mudik Karawang.
Baca Juga:Pantura Indramayu Siaga Satu! Strategi ‘Double-Layer’ Dishub dan Polres Amankan Arus Mudik Lebaran 2026Jalur "Maut" Pantura Bekasi-Cirebon Segera Diperbaiki, Dedi Mulyadi Akui Adanya Hambatan Administratif
Strategi jemput bola ini diharapkan mampu menekan angka risiko kesehatan mendadak di jalan raya, terutama bagi kategori rentan seperti lansia dan ibu hamil.
Pemudik yang merasa kelelahan atau mengalami gejala medis disarankan segera merapat ke lokasi tanpa dipungut biaya sepeser pun.(*)
