Lebih dari Pulang Rindu, Bupati Kuningan Sebut Perantau Barakuda ‘Mesin Penggerak’ Ekonomi Desa

Bupati-Kuningan-Dian-Rachmat-Yanuar
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wabup Tuti Andriani saat menghadiri Milangkala ke-14 Paguyuban Barakuda di Taman OSK, membahas peran strategis perantau sebagai solusi pembangunan ekonomi desa. Foto: Humas Pemkab Kuningan

​CIREBONINSIDER.COM – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengungkap sisi lain dari peta pembangunan di wilayahnya.

Menurutnya, percepatan kemajuan Kuningan saat ini tidak hanya bergantung pada APBD, melainkan ada peran “energi tambahan” dari para perantau yang tergabung dalam Paguyuban Barakuda.

​Dalam peringatan Milangkala ke-14 Barakuda di Taman Open Space Kertawangunan (OSK), Selasa (24/3/2026), Bupati Dian menegaskan bahwa perantau kini bertransformasi menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang nyata di akar rumput.

Baca Juga:Wajah Baru 'Ngencar': Tradisi Sunatan Massal Maleber Kuningan Jadi Simbol Kekuatan Ekonomi PerantauKuningan 'Meledak' di Kawasan Rebana: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Bupati Dian Amankan Fondasi Data 2026

​Solusi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

​”Barakuda ini bukan sekadar organisasi silaturahmi. Ini adalah kekuatan sosial yang nyata. Para perantau ini bukan hanya pulang membawa rindu, tapi juga membawa solusi,” tegas Bupati Dian di hadapan ratusan anggota paguyuban.

​Ia menyoroti fenomena di berbagai desa, di mana kontribusi perantau menjadi penentu keberhasilan pembangunan infrastruktur hingga penguatan kegiatan sosial-budaya.

Pola gotong royong ini dinilai mampu menambal keterbatasan pemerintah dalam melakukan akselerasi pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat.

​Refleksi Satu Tahun: Menata dari “Luka” Lama

​Momentum ini juga menjadi ajang refleksi bagi duet kepemimpinan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani.

Secara kritis, Dian mengakui bahwa tahun pertama masa jabatannya tidak dimulai dari titik nol, melainkan dari kondisi daerah yang penuh tantangan besar.

​”Awal kepemimpinan kami dihadapkan pada berbagai persoalan besar. Tapi dengan kebersamaan, kita mulai menata secara terukur. Ini bukti bahwa ketika semua pihak bergerak bersama, tidak ada yang mustahil,” jelasnya dengan nada optimis.

​Kuningan kini diklaim sedang menunjukkan tren positif. Sektor investasi mulai menggeliat, yang diprediksi akan membuka lapangan kerja massal.

Baca Juga:Strategi Bupati Dian Rachmat Pulihkan Fiskal Kuningan lewat Transformasi Koperasi ModernBupati Dian Janjikan Fasilitasi Permodalan Warmindo Yogyakarta: Ikon Urang Kuningan di Perantauan

Di titik inilah, Bupati mengajak perantau untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil peran strategis dalam momentum kebangkitan ekonomi daerah.

​Modal Sosial dan Filantropi

​Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menambahkan bahwa keterikatan batin perantau dengan kampung halaman adalah aset yang tidak dimiliki semua daerah. Baginya, kepedulian perantau adalah bentuk keberlanjutan pembangunan yang paling otentik.

​”Berorganisasi itu bukan soal jabatan atau gengsi, tapi soal manfaat,” tutup Bupati Dian.

0 Komentar