Wajah Baru 'Ngencar': Tradisi Sunatan Massal Maleber Kuningan Jadi Simbol Kekuatan Ekonomi Perantau

Tradisi-Ngencar-HDKM-Maleber-Kuningan
Ribuan warga saksikan kemeriahan Tradisi Ngencar di HDKM Desa Maleber Kuningan 2026. Simak kolaborasi unik perantau dan warga dalam melestarikan budaya. Foto: Humas Pemkab Kuningan

CIREBONINSIDER.COM – Jalanan Desa Maleber, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah menjadi lautan warna pada Minggu (22/3/2026).

Ribuan pasang mata terpaku pada iring-iringan puluhan delman hias yang membawa “Raja Sehari”—anak-anak peserta Hajat Desa Khitanan Massal (HDKM)—dalam balutan busana adat yang megah.

​Bukan sekadar perayaan pasca-Idulfitri, momentum ini menjadi potret kritis bagaimana sebuah desa mampu menjaga nyala tradisi gotong royong di tengah gempuran modernisasi.

Baca Juga:Kuningan 'Meledak' di Kawasan Rebana: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Bupati Dian Amankan Fondasi Data 2026Intervensi Harga Jelang Lebaran: Pemkab Kuningan Subsidi Sembako 50 Persen, Bupati Isyaratkan Tambah Kuota

​Ritual ‘Ngencar’: Lebih dari Sekadar Pawai Delman

​Daya tarik utama yang selalu dinanti adalah ritual “Ngencar”. Para pengantin sunat diarak berkeliling desa, diiringi dentum musik tradisional dan atraksi memeron yang atraktif.

Sorak-sorai warga yang tumpah ruah di sepanjang rute pawai menciptakan atmosfer kegembiraan yang emosional.

​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang secara resmi membuka acara dengan penabuhan gendang, menyebut Maleber sebagai anomali positif di Kabupaten Kuningan.

​”Dari ratusan desa, Maleber konsisten membuktikan bahwa kekompakan adalah kunci. Kebersamaan ini bukan hanya soal seremonial, tapi menghadirkan manfaat sosial nyata bagi masyarakat,” tegas Dian di hadapan warga.

​Sinergi Perantau ‘Imam Jaya’: Mesin Utama Kesejahteraan Desa

​Di balik kemeriahan ini, ada peran krusial dari paguyuban perantau Imam Jaya. Kolaborasi antara pemerintah desa dan para perantau ini menjadi sorotan tajam Anggota DPR RI, Shohibul Imam, yang turut hadir.

​Ia menilai fenomena di Maleber adalah bukti kemandirian desa yang jarang ditemukan. “Ini bukan sekadar hajatan, ini adalah bukti Maleber desa yang sejahtera. Kolaborasi perantau dan warga lokal menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang luar biasa,” ungkapnya.

​Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Ujang Kosasih, menekankan bahwa tradisi HDKM adalah investasi sosial. Baginya, solidaritas yang terbangun dalam acara ini merupakan fondasi utama bagi kemajuan pembangunan desa ke depan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Hobi Radio, Bupati Kuningan Sebut Senkom "Mata dan Telinga" Strategis DaerahGebrakan Safari Ramadan Kuningan: 8 Tim Sebar Pesan Religi, 120 Ruas Jalan Dipacu Mulus sebelum Lebaran

​Melalui HDKM 2026, Desa Maleber tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya silaturahmi dan rasa syukur yang diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian sesama.(*)

0 Komentar