Ganti Takbir Keliling dengan Festival Dulag Istimewa di Gedung Sate, KDM: Di Desa Saja Beduk Sudah Hilang

Festival-Dulag-Istimewa
Suasana Festival Dulag Istimewa 2026 di Gedung Sate Bandung, upaya KDM melestarikan tradisi nabuh beduk yang mulai hilang di desa-desa. Foto: Humas Bappeda Jabar

CIREBONINSIDER.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan terobosan budaya sekaligus kebijakan ketertiban umum di penghujung Ramadan 1447 H.

Melalui gelaran Festival Dulag Istimewa 2026 di Halaman Gedung Sate, Jumat (20/3/2026), KDM secara tegas menawarkan alternatif perayaan malam kemenangan yang lebih artistik dan terpusat guna mengikis tradisi takbir keliling yang kerap memicu kemacetan hingga potensi konflik.

​Langkah ini bukan sekadar soal ketertiban, melainkan misi penyelamatan identitas Jawa Barat yang menurut KDM sedang berada di ambang kepunahan.

Baca Juga:Sisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi MulyadiKuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada Uang

​Kritik KDM: Masjid Kini Kehilangan Suara Beduk

​Dalam sambutannya yang kritis, Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti fenomena mulai hilangnya alat musik tradisional beduk dari lingkungan masyarakat, bahkan di pelosok desa sekalipun.

​“Tradisi ‘nabuh beduk’ jangankan di pusat kota, di desa saja hampir sudah tidak ada. Masjid sudah banyak yang tidak memiliki beduk,” ujar KDM dengan nada prihatin.

​Ia menegaskan bahwa perayaan malam kemenangan seperti takbiran seharusnya menjadi ruang apresiasi budaya yang tertib, bukan sekadar hura-hura di jalanan.

“Kita ingin takbiran dilakukan dengan lebih tertib. Tidak dalam bentuk takbiran keliling, menimbulkan kemacetan, kadang menimbulkan konflik,” tambahnya.

​Dominasi Karawang dan Dinkes Jabar di Panggung Budaya

​Ajang ini menjadi panggung adu kreativitas bagi 57 kontingen dari seluruh penjuru Jawa Barat.

Persaingan ketat terjadi antara 37 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jabar dan 20 peserta dari perwakilan Kabupaten/Kota.

​Hasilnya, Dinas Kesehatan berhasil meraih predikat Juara 1 untuk kategori OPD, disusul oleh Dinas Pendidikan dan BKD.

Baca Juga:Nasib Korban Longsor Lembang: KDM Janjikan Relokasi Permanen dan Bedah Jalur WisataKDM Pangkas Anggaran Dinas Jabar: Uangnya untuk Cetak Sarjana Baru dan Bangun Rumah Rakyat!

Sementara di kategori kewilayahan, Kabupaten Karawang membuktikan supremasinya sebagai Juara 1, disusul Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung di posisi kedua dan ketiga.

​Keberhasilan para pemenang ini tidak hanya diganjar trofi, tetapi juga uang pelatihan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pelestarian tradisi.

​Rincian Hadiah dan Apresiasi

​Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucurkan total hadiah ratusan juta rupiah untuk mengapresiasi para pegiat seni beduk ini:

– ​Juara 1: Rp15 Juta- ​Juara 2: Rp12,5 Juta- ​Juara 3: Rp10 Juta- ​Harapan 1-3: Rp7,5 Juta hingga Rp2,5 Juta- ​Juara Favorit: Rp10 Juta (Diraih oleh Kota Tasikmalaya dan Dinas Sumber Daya Air)

0 Komentar