Dunia di Ambang Kelaparan Akut, Mentan Amran: Swasembada Harga Mati, Kita Putar Dunia!

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers terkait strategi swasembada pangan nasional 2026 menghadapi krisis global. Foto: Humas Kementan RI

​Data menunjukkan fondasi ketahanan pangan nasional saat ini berada di posisi paling kokoh:

– ​NTP Rekor Sejarah: Nilai Tukar Petani (NTP) menembus angka 125, yang tertinggi sepanjang masa.

– ​Surplus Beras: Produksi nasional mencapai 34,7 juta ton (naik 13% dibanding tahun sebelumnya).

Baca Juga:Sindir Riset "Laci", Mentan Amran Gandeng BRIN & 18 Kampus: Paksa Inovasi Turun ke Sawah!Prabowo 'Gedor' Danantara: Perintahkan 100 GW Energi Surya dan Ultimatum Swasembada 4 Tahun!

– ​Stok Nasional Aman: Cadangan beras pemerintah berada di atas 4 juta ton dan terus bertambah.

– ​HPP Gabah Menguntungkan: Kebijakan harga Rp6.500/kg berhasil memutar ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

​Strategi Rawa dan Masa Depan Lumbung Dunia

​Menutup celah krisis jangka panjang, Kementan kini fokus pada optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi. Ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan kini tengah direvitalisasi dengan sistem irigasi modern sebagai calon sumber produksi baru masa depan.

​”Kita punya lahan, air, iklim, dan SDM. Salah kalau kekuatan ini kita biarkan. Swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia adalah kepastian,” ungkap Amran dengan optimisme tinggi.

​Dengan fondasi regulasi yang bersih dan modernisasi yang kencang, Indonesia bersiap menjadi jangkar stabilitas pangan di tengah badai global.

​“Kita tidak boleh takut krisis. Justru ini momentum Indonesia untuk mandiri dan menjadi lumbung pangan dunia. Kita putar dunia!” tutupnya.(*)

0 Komentar