Gebrakan Lebaran Prabowo: Larang Seremoni Pejabat di Istana, Prioritaskan Karpet Merah bagi Rakyat

Prabowo-Subianto
Presiden Prabowo Subianto saat bersalaman dengan warga penyandang disabilitas dalam acara Open House Idulfitri 1447 H di Istana Merdeka Jakarta. Foto: Humas Setneg RI

​CIREBONINSIDER.COM – Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta mendadak riuh oleh haru dan tawa pada Sabtu (21/03/2026).

Presiden Prabowo Subianto menggelar Gelar Griya (Open House) Idulfitri 1447 Hijriah dengan format yang tidak biasa: memangkas formalitas birokrasi demi memberi ruang seluas-luasnya bagi rakyat jelata.

​Politik Empati: Instruksi Khusus Menahan Diri

​Berbeda dengan tradisi tahun-tahun sebelumnya yang kerap didominasi barisan pejabat negara, Open House perdana ini membawa pesan kritis tentang empati sosial.

Baca Juga:Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Sekolah Rakyat 'Senjata Pamungkas' Lawan Kemiskinan EkstremPrabowo Bongkar Rahasia Indonesia Masuk 'Board of Peace', Siap Angkat Kaki jika Palestina Dirugikan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara eksplisit meminta para menteri dan kepala lembaga untuk tidak “merepotkan” diri hadir ke Istana.

​”Beliau sejak beberapa hari lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat. Presiden tidak ingin mengganggu agenda keluarga mereka. Fokus sore ini memang murni untuk masyarakat umum,” tegas Prasetyo Hadi di kompleks Istana.

​Langkah ini diambil menyusul surat edaran pemerintah yang mengimbau pejabat untuk mengurangi kemegahan halalbihalal.

Di tengah kondisi ekonomi masyarakat di berbagai daerah yang masih menantang, Presiden memilih memprioritaskan mereka yang jarang memiliki akses ke jantung kekuasaan.

​Momen Haru: Dari Kursi Roda hingga Pengemudi Ojol

​Keputusan “mengosongkan” barisan pejabat membuahkan pertemuan yang sangat intim antara pemimpin dan rakyat.

Ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati kawasan Istana sejak pagi, termasuk Nina yang membawa adiknya, Samuel, seorang penyandang disabilitas.

​”Saya senang sekali, niatnya memang mau ketemu Bapak Presiden Prabowo. Tadi kami naik Busway [Trans Jakarta] satu tujuan ke sini. Beliau yang terbaik, kami sangat senang,” ujar Nina dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:Prabowo 'Gedor' Danantara: Perintahkan 100 GW Energi Surya dan Ultimatum Swasembada 4 Tahun!Nasib Keberangkatan Haji 22 April di Ujung Tanduk: Presiden Prabowo Siapkan Skenario Darurat Geopolitik

​Tak hanya Samuel, kebahagiaan juga terpancar dari wajah Aji Agung Waruna, seorang pengemudi ojek daring. Baginya, bisa berjabat tangan langsung dengan Presiden adalah pengakuan bagi profesinya.

“Alhamdulillah, tahun ini saya bisa bertemu langsung. Beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Presiden yang memberikan akses ini bagi warga negara biasa,” ucapnya penuh syukur.

​Bagi anak-anak seperti Ayu, Istana hari itu bukan lagi gedung angker yang dijaga ketat, melainkan tempat bermain di mana ia bisa mendapatkan mainan langsung dari tangan sang Presiden.

0 Komentar