CIREBONINSIDER.COM – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah di Yayasan Cahaya Madani Cirebon hadir dengan atmosfer berbeda.
Melalui langkah strategis, yayasan ini menghadirkan delegasi santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, guna memperkuat pengabdian literasi agama dan sosial di tengah dinamika masyarakat urban Cirebon.
Transformasi Dakwah: Dari Ritual ke Spiritual-Sosial
Kehadiran santri Lirboyo di tengah masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya bertindak sebagai imam shalat rawatib atau tarawih, tetapi juga berperan sebagai mentor intelektual dalam program Syiar Ramadhan.
Baca Juga:Jaga Kondusivitas, Wabup Cirebon Perkuat Silaturahmi dalam Safari Ramadan di MayungIslah Lirboyo: Akhiri ‘Perang Dingin’ PBNU lewat Jangkar Spiritual Gus Baha
Kolaborasi ini berhasil mengawinkan kedalaman tradisi pesantren salaf dengan kebutuhan spiritual masyarakat kota yang modern.
Lilik Hanafiah, S.H, selaku panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan jawaban atas tantangan pendangkalan nilai agama di era digital.
“Ramadhan adalah momentum krusial bagi transformasi keimanan. Kami menghadirkan dakwah yang substansial, sejuk, dan solutif. Pendampingan dari santri Lirboyo memastikan masyarakat mendapatkan tuntunan yang otentik dan relevan dengan problematika umat saat ini,” ujar Lilik.
Investasi Jangka Panjang: Membentuk Karakter Sejak Dini
Salah satu pilar utama program ini adalah Pesantren Ramadhan yang diikuti oleh 25 anak usia TK dan SD.
Selama sebulan penuh, mereka menjalani kurikulum pembinaan karakter yang intensif.
Di sinilah nilai-nilai Khaira Ummah (umat terbaik) diinternalisasi melalui pembiasaan adab, akhlak, dan ibadah harian.
Rangkaian Program Unggulan Syiar Ramadhan:
– Literasi Qur’ani: Tadarus Al-Qur’an konsisten dan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai pusat kegiatan intelektual.
– Filantropi Praktis: Distribusi paket sembako bagi dhuafa serta pembagian takjil gratis setiap hari sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
Baca Juga:Misi Safari Ramadan Santri Lirboyo di Kapetakan, Gus Hakim: Niatkan Ikhlas Dakwah ke Semua Lapisan MasyarakatFilosofi 'Dakwah Hujan' Santri Lirboyo di Kapetakan: Sukses Tembus Sekat Budaya dengan Efektivitas 80%
– Kajian Intensif: Kultum dan bimbingan ibadah lima waktu yang dipandu langsung oleh santri delegasi Lirboyo.
Otoritas Keilmuan sebagai Nilai Kompetitif
Langkah Cahaya Madani menggandeng Lirboyo menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya otoritas keilmuan dalam berdakwah. Di tengah maraknya konten agama instan di media sosial, kehadiran santri terlatih memberikan rasa aman dan validitas bagi masyarakat yang haus akan tuntunan agama yang otentik.
Program ini bukan sekadar syiar, melainkan sebuah ekosistem sosial yang mempertemukan pendidikan, ibadah, dan filantropi dalam satu wadah harmonis.(*)
