CIREBONINSIDER.COM – Menjelang siklus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Indramayu bersiap menghadapi ujian berat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu resmi menetapkan status siaga dengan mengerahkan skema pengamanan terpadu di titik-titik paling krusial bagi pemudik.
Pemerintah daerah tidak ingin kecolongan. Kolaborasi antara Dishub, Satlantas Polres Indramayu, dan Jasa Raharja kini difokuskan pada pengaktifan 1 Pos Pelayanan (Posyan) dan 4 Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar secara strategis di sepanjang arteri utama Jawa Barat ini.
Baca Juga:Terobos Sekat Biaya, Gerak Cepat Lucky Hakim Selamatkan Remaja Indramayu Korban KobraSerbuan Pemburu Baju Lebaran 2026: Pasar Sandang Jatibarang Indramayu 'Lumpuh' oleh Pengunjung Antar-Kota
Digitalisasi Pantura: Mata ATCS Pantau Arus Real-Time
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, dalam inspeksi kesiapan lapangan pada Selasa (10/3/2026) menegaskan, kekuatan personel tahun ini akan diperkuat oleh “mata digital”.
“Selain kehadiran fisik petugas di 5 pos utama—mulai dari Sukagumiwang, Widasari, Lohbener, Sukra, hingga Jembatan Timbang Losarang—kami mengandalkan Posko Terpadu ATCS (Area Traffic Control System),” jelas Ali Fikri di hadapan jajaran operasional.
Penggunaan kamera ATCS ini menjadi game changer dalam pengambilan keputusan cepat.
Jika terjadi penumpukan kendaraan di satu titik, petugas di lapangan dapat segera diarahkan secara presisi, meminimalisir potensi kemacetan horor yang kerap menghantui Pantura.
Titik Kritis: Dari Pasar Tumpah hingga Efek Domino Tol Cipali
Sementara itu, Satlantas Polres Indramayu melalui Kanit Kamsel IPDA Dedi Hermawan, SH., MH, memberikan catatan kritis terkait hambatan samping.
Fokus utama kepolisian saat ini adalah mitigasi pasar tumpah dan titik putar balik (u-turn) yang tidak resmi.
“Kami memantau ketat Lingkar Lohbener dan UPPKB Losarang. Selain itu, kami mewaspadai dampak antrean di rest area Tol Cipali KM 130 yang sering kali memicu pengendara beralih ke jalur arteri Pantura, sehingga beban jalan nasional otomatis meningkat,” ungkap IPDA Dedi.
Baca Juga:Selamat Tinggal Birokrasi Rumit! Strategi Baru Indramayu Pastikan Informasi Pembangunan Tembus ke PelosokStrategi Mudik 2026: Lucky Hakim Perketat Pengamanan Jalur Pantura Indramayu
Jaring Pengaman BUMN: Perlindungan Finansial Pemudik
Di sisi jaminan keselamatan, Jasa Raharja memastikan seluruh instrumen perlindungan dasar bagi masyarakat telah aktif.
Kepala Cabang Jasa Raharja Kabupaten Indramayu, Afriyanti, menyatakan bahwa dukungan ini adalah bagian dari sinergi BUMN untuk mengawal kelancaran sistem transportasi nasional.
