Kuningan 'Meledak' di Kawasan Rebana: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Bupati Dian Amankan Fondasi Data 2026

Komitmen-Kuningan-Paru-Paru-Jawa-Barat
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat penandatanganan kesepakatan Kawasan Rebana di Gedung Sate. Foto: Humas Pemkab Kuningan

CIREBONINSIDER.COM– Kabupaten Kuningan resmi mengukuhkan diri sebagai “juara baru” di jantung koridor ekonomi Jawa Barat.

Sepanjang tahun 2025, Kuningan mencatatkan kinerja ekonomi paling impresif di kawasan Metropolitan Rebana dengan pertumbuhan mencapai 6,98 persen (YoY), menyalip enam kabupaten/kota tetangga lainnya.

​Berdasarkan data resmi Kawasan Rebana, capaian Kuningan berada di posisi puncak, disusul Kabupaten Majalengka (6,86%) dan Kabupaten Cirebon (6,23%).

Baca Juga:Akselerasi Kawasan Rebana: Lucky Hakim Perkuat Posisi Indramayu ‘Raksasa’ Ekonomi Baru Jawa BaratKuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada Uang

Sementara daerah industri besar seperti Subang dan Indramayu masing-masing mencatat 5,01% dan 3,09%.

​Daya Saing Nasional: Bukan Sekadar Angka

​Prestasi ini diperkuat dengan lonjakan tajam pada Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Skor Kuningan melesat dari 3,82 pada 2024 menjadi 3,88 pada 2025.

​Angka ini menempatkan Kuningan di peringkat ke-4 terbaik se-Jawa Barat, bersaing ketat dengan Sumedang dan Bogor.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menegaskan bahwa momentum ini adalah bukti bahwa pembangunan ekonomi bisa berjalan selaras dengan status Kuningan sebagai wilayah konservasi.

​”Capaian IDSD ini adalah sinyal hijau bagi investor. Kuningan terbukti memiliki potensi besar yang kompetitif namun tetap berkelanjutan,” ujar Bupati Dian.

​Strategi ‘Data-Driven’: Kunci Menjaga Momentum

​Sadar bahwa pertumbuhan tinggi rawan melandai tanpa akurasi kebijakan, Bupati Dian bergerak taktis.

Pada 8 Maret 2026, ia resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 500/11/PEREKONOMIAN/2026 guna menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Baca Juga:Garam Cirebon Berpotensi 90 Turunan Kimiawi, BP Rebana: Hilirisasi Harus Cepat Tarik Investor GlobalHelmy Yahya Bawa Investor Rusia ke Sumedang, Klaim Jadi Gerbang Investasi Utama Rebana

​Bupati meminta seluruh pelaku usaha dan warga untuk menyambut petugas BPS yang akan turun ke lapangan pada periode Mei hingga Juli 2026.

​”Data adalah kompas. Untuk mempertahankan pertumbuhan 6,98 persen ini, kita butuh data dasar ekonomi non-pertanian yang jujur dan akurat. Saya minta warga berikan jawaban apa adanya demi kualitas perencanaan pembangunan kita,” tegasnya.

​Visi Rebana: Menuju Pusat Pertumbuhan Nasional

​Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menyebut Kuningan sebagai contoh sukses integrasi daerah di kawasan Rebana.

Dengan dukungan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara, sinergi antar kepala daerah menjadi kunci.

​Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang “ngegas”, peningkatan daya saing BRIN, dan komitmen penguatan data melalui SE2026, memposisikan Kuningan sebagai magnet investasi paling menjanjikan di wilayah timur Jawa Barat saat ini.(*)

0 Komentar