Intervensi Harga Jelang Lebaran: Pemkab Kuningan Subsidi Sembako 50 Persen, Bupati Isyaratkan Tambah Kuota

Bupati-Kuningan-Dian-Rachmat-Yanuar
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat meninjau penyaluran paket sembako subsidi 50 persen di Desa Kalapagunung untuk kendalikan harga pangan. Foto: Humas Pemkab Kuningan

CIREBONINSIDER.COM –Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah taktis guna menjinakkan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Melalui skema subsidi jumbo, ribuan paket sembako digelontorkan langsung ke masyarakat desa dengan harga hanya separuh dari nilai pasar.

​Solusi Strategis Tekan Inflasi Daerah

​Sebanyak 2.124 paket sembako bersubsidi resmi disalurkan melalui program Operasi Pasar Murah (OPM) yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Hobi Radio, Bupati Kuningan Sebut Senkom "Mata dan Telinga" Strategis DaerahGebrakan Safari Ramadan Kuningan: 8 Tim Sebar Pesan Religi, 120 Ruas Jalan Dipacu Mulus sebelum Lebaran

Penyaluran ini menyasar 10 desa di 10 kecamatan secara serentak. ​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., turun langsung memantau distribusi di Desa Kalapagunung, Kecamatan Kramatmulya, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah fluktuasi harga pangan musiman.

​”Nilai satu paket aslinya sekitar Rp100.000, namun masyarakat cukup membayar Rp50.000 saja. Selisihnya merupakan subsidi dari pemerintah daerah untuk meringankan beban warga,” tegas Bupati Dian di sela-sela kegiatan.

​Isi Paket Sembako Bersubsidi:​Beras: 3 Kilogram (Kualitas Pilihan)​Minyak Goreng: 1 Liter, ​Gula Pasir & Tepung Terigu: Masing-masing 1 Kilogram, ​Mie Instan: Sebagai pelengkap kebutuhan rumah tangga.

​Sudut Pandang Kritis: Respons Pasar dan Evaluasi Kuota

​Meski disambut antusias, terbatasnya jumlah paket yakni sekitar 200 per desa memicu aspirasi baru dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dian memberikan sinyal hijau untuk melakukan evaluasi kebijakan terkait volume paket di masa mendatang.

​”Respons masyarakat sangat baik, namun kami menyadari cakupan ini masih terbatas. Ke depan akan kami evaluasi, ada kemungkinan volumenya ditambah agar kebermanfaatannya lebih luas,” ungkapnya secara terbuka.

Baca Juga:Kuningan Raih Predikat Kualitas Tinggi Ombudsman 2025: Bukti Pelayanan Publik Tak Lagi Sekadar FormalitasCirebon Jadi Pilot Project Wisata Lebaran 2026: Menpar Bocorkan Diskon Tiket KA 30% dan Strategi Rp190 Triliun

​Kepala Diskopdagperin Kuningan, Toni Kusumanto, AP., M.Si., menambahkan bahwa selain mengandalkan APBD kabupaten, pihaknya tengah mengupayakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas jangkauan program serupa.

​Harapan Akar Rumput

​Pj Kepala Desa Kalapagunung, Hj. Ade Winarni, mengakui bahwa kuota yang ada saat ini memang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan seluruh warganya. Senada dengan itu, Siti, salah seorang warga penerima manfaat, berharap program ini berkelanjutan.

​”Alhamdulillah sangat terbantu karena harga di pasar sedang naik. Harapan kami, kuotanya bisa ditambah lagi supaya warga lain juga kebagian,” tutur Siti.(*)

0 Komentar