Cirebon Bukan Lagi Kota Transit: Menpar Widiyanti "Bedah" Kesiapan Keraton dan Stasiun Jelang Mudik 2026

Menpar-Widiyanti-Putri-Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau Kereta Singa Barong di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Foto: Humas Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM — Wajah pariwisata Cirebon bersiap naik kelas. Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan inspeksi mendalam ke sejumlah titik ikonik “Kota Udang” pada Selasa (10/3/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis memastikan Cirebon siap menjadi magnet utama bagi jutaan pemudik Lebaran 2026.

​Didampingi Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Menpar menyisir kesiapan infrastruktur dari lorong sejarah Keraton Kasepuhan hingga fasilitas vital di Stasiun Kereta Api Cirebon.

Baca Juga:Sisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi MulyadiPutus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi Gratis

​Revitalisasi Narasi: Keraton Kasepuhan Sebagai Jangkar Budaya

​Titik awal tinjauan dimulai dari Keraton Kasepuhan. Menpar tampak terpukau saat mengamati pelestarian Museum Pusaka yang menyimpan Kereta Singa Barong—simbol diplomasi dan teknologi masa lalu Cirebon.

​Bagi Menpar, Kasepuhan adalah wajah sejarah Jawa Barat yang harus tetap relevan di era modern. “Kami ingin memastikan setiap wisatawan pulang dengan kenangan manis.

Keamanan, kebersihan, dan kenyamanan fasilitas publik adalah harga mati agar momentum libur panjang ini berdampak ekonomi bagi warga,” tegas Widiyanti di tengah suasana Ramadan yang khidmat.

​Kolaborasi Strategis 2026: Memutus Label “Kota Singgah”

​Wali Kota Effendi Edo menangkap sinyal positif ini sebagai momentum kebangkitan daerah.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Cirebon tengah mematangkan kolaborasi intensif dengan Kemenpar dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​”Kami sedang menggodok rangkaian event unggulan sepanjang tahun 2026. Target kami jelas: Cirebon tidak boleh hanya jadi tempat singgah atau sekadar titik lelah di jalur Pantura, tapi destinasi utama yang berkesan,” ujar Effendi Edo optimis.

​Uji Kelayakan Fasilitas Mudik di Stasiun Cirebon

​Tak hanya urusan estetika, aspek fungsionalitas juga menjadi sorotan. Menpar mengecek langsung fasilitas di Stasiun Kereta Api Cirebon, mulai dari ketersediaan ruang laktasi hingga kesiapan pos kesehatan.

Baca Juga:FKSM 2025: Kementerian Kebudayaan Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Seni PublikKKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan Canva

​Langkah ini diambil untuk menjamin kenyamanan para pemudik yang diprediksi akan melonjak pada momentum Nyepi dan Idulfitri mendatang.

“Memilih kereta api adalah pesan bahwa mudik bisa aman dan praktis. Petugas di lapangan sudah sangat siap menyambut saudara-saudara kita yang akan pulang kampung,” pungkas Menpar.

​Dengan dukungan pusat dan kesiapan infrastruktur lokal, Cirebon kini bersiap “bersolek” menyambut para pelancong yang rindu akan kehangatan budaya dan kuliner khas Pantura.(*)

0 Komentar