Sinyal Darurat Pernikahan Anak di Indramayu, Wabup Syaefudin 'Sidak' Sekolah, Tekankan Pendidikan Harga Mati

Wabup-Indramayu-Syaefudin
Penandatanganan MoU Pencegahan Perkawinan Anak di Indramayu oleh Wakil Bupati Syaefudin (kiri) dengan Kemenag di MAN 1 Indramayu dalam program BRUS, Maret 2026. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Fenomena tingginya angka permohonan dispensasi pernikahan di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Indramayu memicu alarm keras bagi Pemerintah Daerah.

Merespons situasi tersebut, Pemkab Indramayu kini memperketat benteng pertahanan di level remaja melalui edukasi masif di institusi pendidikan.

​Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, turun langsung membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MAN 1 Indramayu, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga:Strategi Mudik 2026: Lucky Hakim Perketat Pengamanan Jalur Pantura IndramayuLucky Hakim Perluas Jalur CFN ke Pasar Mambo, Target Kebangkitan Ekonomi Indramayu Pasca Lebaran

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret memutus rantai pernikahan dini yang masih menjadi tantangan besar di Bumi Wiralodra.

​Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Pelanggaran Hak Anak

Dalam arahannya yang lugas, Syaefudin menegaskan bahwa pernikahan di bawah umur bukan lagi sekadar masalah sosial, melainkan ancaman terhadap masa depan generasi.

Ia merujuk pada amanat UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, di mana hak atas pendidikan tidak boleh dikorbankan demi pernikahan prematur.

​”Pernikahan usia anak adalah tanggung jawab kita bersama. Data dari Pengadilan Agama menunjukkan angka permohonan dispensasi yang masih tinggi, dan ini tidak bisa kita biarkan. Anak-anak harus punya mimpi yang lebih besar dari sekadar pelaminan di usia sekolah,” tegas Syaefudin di hadapan ratusan siswa.

​Visi Indramayu REANG: Kesiapan Ekonomi dan Mental

Menurut Wabup, pencegahan ini selaras dengan visi Indramayu REANG (Religius, Berekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Ia menilai, keluarga yang berkualitas hanya bisa lahir dari individu yang matang secara mental, fisik, dan ekonomi.

​“Kita ingin mencetak generasi yang sehat dan berpendidikan. Dengan menunda usia pernikahan, kita sebenarnya sedang membangun pondasi ekonomi keluarga yang lebih kuat di masa depan,” tambahnya.

​Dukungan Penuh dari Sektor Pendidikan

Kepala MAN 1 Indramayu, Wahyudin, menyambut baik langkah kritis pemerintah daerah.

Baca Juga:Pesta Rakyat Rangkaian Pernikahan Putra KDM di Garut Berakhir Ricuh, 3 Orang MeninggalPratama Arhan Trending, Tiba-tiba Posting Foto Pernikahan dengan Azizah Salsha

Ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengejar cita-cita tanpa bayang-bayang pernikahan dini.

​”Prioritas siswa adalah belajar. Kami bangga MAN 1 Indramayu menjadi titik tolak edukasi ini. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan,” pungkas Wahyudin.(*)

0 Komentar