Kesepakatan besar ini mencakup koordinasi riset pada berbagai komoditas vital, di antaranya:
– Pangan Utama: Padi, jagung, kedelai, sorgum, dan gandum.
– Hilirisasi Perkebunan: Sawit, kopi, kakao, lada, dan pala.
– Inovasi Pendukung: Alat mesin pertanian (Alsintan), teknologi pupuk, hingga pengolahan pascapanen.
Menuju Kedaulatan Pangan Global
Melalui sinergi yang melibatkan 18 kampus ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat nilai tambah komoditas pertanian di tingkat global.
Baca Juga:Unpad Resmikan Praise: Pusat Riset Ubi Jalar Kelas Dunia, Targetkan Swasembada Pangan NasionalRI Swasembada 9 Komoditas di Tengah Gejolak Global, Bapanas Aktifkan Satgas Sapu Bersih
Bukan sekadar mengejar angka produksi, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan kualitas SDM pertanian melalui pertukaran data dan pemanfaatan sarana riset bersama.
Targetnya jelas: Indonesia tidak hanya berswasembada, tapi juga menjadi pemimpin inovasi pangan yang kompetitif di mata dunia.(*)
