​Transparansi data stok hingga 324 hari memang menjadi instrumen penting untuk meredam spekulasi dan menjaga inflasi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Namun, kedaulatan pangan yang sejati akan diuji dari keterjangkauan harga di meja makan masyarakat, bukan sekadar tumpukan angka di atas kertas laporan.
​Integrasi data yang akurat dan ketegasan mitigasi di lapangan akan menjadi penentu: apakah Indonesia benar-benar mandiri, atau sekadar bertahan di tengah badai?(*)
