Panduan Lengkap Doa Qunut Witir Malam Ramadan: Dalil, Teks Arab, dan Maknanya

Qunut-Witir-Ramadan
Umat Muslim melaksanakan shalat Tarawih dan Witir berjamaah di masjid saat malam ke-16 Ramadan. Foto: AI

​CIREBONINSIDER.COM – Memasuki paruh kedua bulan suci Ramadhan 2026, umat Muslim di Indonesia akan menjumpai satu amalan khas dalam rangkaian shalat Tarawih.

Tepat saat malam ke-16 tiba (setelah Nishfu Ramadhan), jamaah mulai melafalkan doa Qunut pada rakaat terakhir shalat Witir.

​Mengapa amalan ini baru dimulai di pertengahan bulan? Apa landasan hukumnya dan bagaimana teks doanya yang benar? Simak ulasan mendalam berbasis literatur klasik berikut ini agar ibadah Anda semakin afdal.

Baca Juga:Hukum Minum Obat Penunda Haid demi Puasa Full Ramadan 2026: Benarkah Diperbolehkan?Misi Safari Ramadan Santri Lirboyo di Kapetakan, Gus Hakim: Niatkan Ikhlas Dakwah ke Semua Lapisan Masyarakat

​Jejak Sahabat Ubay bin Ka’ab: Akar Sejarah Qunut Witir

​Tradisi membaca Qunut di pertengahan akhir Ramadhan bukanlah sekadar kebiasaan tanpa dasar. Praktik ini memiliki akar sejarah yang kuat dari generasi sahabat Nabi Muhammad SAW.

​Pakar hadis terkemuka, Imam al-Hafiz al-Baihaqi (wafat 458 H) dalam kitab As-Sunan al-Kubra, merekam riwayat otentik dari kalangan tabi’in.

Dikisahkan bahwa Ubay bin Ka’ab, salah satu imam yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khattab, mulai membacakan doa Qunut tepat saat memasuki paruh kedua bulan Ramadhan.

​”Bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka (para sahabat), yakni pada bulan Ramadhan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan.” (HR. Abu Dawud)

​Hukum Menurut Mazhab Syafi’i

​Bagi mayoritas muslim di Indonesia yang berafiliasi dengan Mazhab Syafi’i, hukum membaca doa Qunut Witir di paruh akhir Ramadhan adalah Sunnah Muakkadah.

​Imam an-Nawawi (wafat 676 H), dalam karya monumentalnya Al-Adzkar, memberikan penjelasan eksplisit:

​”Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir.”

Baca Juga:Investasi Langka Ramadan 2026: Mengapa Melewatkan Tarawih Kerugian Spiritual Terbesar?Sering Salah Kaprah! Kebiasaan Sepele saat Wudhu Ini Ternyata Bisa Bikin Shalat Tidak Sah

​Artinya, mengamalkan doa ini merupakan bentuk ketaatan yang mendatangkan pahala besar, meski jika terlewatkan tidak membatalkan shalat.

​Teks Lengkap Doa Qunut Witir (Arab, Latin, dan Terjemah)

​Secara struktural, bacaan Qunut Witir sama dengan Qunut yang dibaca saat shalat Subuh. Berikut adalah panduan teks lengkapnya:

​Bacaan Arab

​اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِك_لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

​Transliterasi Latin

​Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.

0 Komentar