​RI Swasembada 9 Komoditas di Tengah Gejolak Global, Bapanas Aktifkan Satgas Sapu Bersih

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Seskab Bapanas Sarwo Edhy dalam koordinasi pangan nasional 2026 terkait swasembada dan stabilitas harga Ramadan. Foto: Humas Kementan RI

CIREBONINSIDER.COM – Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, kedaulatan pangan Indonesia menunjukkan taji.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan pokok strategis.

Meski stok nasional dalam kondisi surplus besar, pemerintah kini memperketat pengawasan di level pasar untuk memberantas spekulan yang mencoba mempermainkan harga selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Baca Juga:Tembus Pasar Jepang dan Singapura, Mentan Amran Lepas Ekspor 545 Ton Unggas: Bukti RI Swasembada!Bungkam Spekulasi Global, Indonesia Amankan Swasembada Beras 2026, Stok Bulog Pecah Rekor Sejarah

​Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa visi kemandirian pangan Presiden Prabowo Subianto telah membuahkan hasil nyata.

​”Kita sudah swasembada untuk sembilan komoditas: beras, jagung pakan, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, telur ayam, daging ayam, gula konsumsi, hingga minyak goreng. Semuanya disokong penuh produksi dalam negeri,” ujar Amran dalam keterangannya.

​Data Neraca Pangan: Surplus Beras Tembus 17,2 Juta Ton

​Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, merinci kekuatan stok nasional berdasarkan proyeksi hingga April 2026. Angka-angka ini menunjukkan posisi tawar Indonesia yang sangat kuat:

– ​Beras: Mencatat surplus masif sebesar 17,2 juta ton dari total stok 27,5 juta ton.

– ​Jagung: Tersedia surplus sebesar 4,8 juta ton untuk kebutuhan nasional.

– ​Minyak Goreng: Memiliki cadangan surplus hingga 3,5 juta ton.

– ​Gula Konsumsi: Berada dalam posisi aman dengan surplus 595 ribu ton.

– ​Serapan Bulog: Realisasi serapan beras lokal meroket 196,9% (552,4 ribu ton) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Operasi ‘Sapu Bersih’ di Pasar Tradisional

​Namun, melimpahnya pasokan tidak serta-merta menjamin harga stabil di tingkat konsumen. Bapanas menemukan adanya praktik “permainan” margin keuntungan yang tidak wajar di lapangan.

​Di Pasar Kosambi, Bandung, ditemukan harga daging sapi sempat menyentuh Rp160.000 per kilogram. Padahal, harga dari Rumah Potong Hewan (RPH) hanya berada di kisaran Rp105.000 per kilogram.

Baca Juga:Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026Dunia Terperangah, Swasembada RI Paksa Harga Beras Global Turun Tajam 44 Persen

​”Ada margin tidak sehat yang diambil pengecer dan distributor hingga Rp30.000 per kilogram. Hal-hal seperti inilah yang kita tertibkan melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Pangan,” tegas Sarwo Edhy.

​Guna menindak pelaku usaha nakal, Bapanas menggandeng Dirkrimsus di tingkat Provinsi dan Kasatreskrim di tingkat Kabupaten/Kota.

Hasilnya, pasca-intervensi Satgas, harga daging di sejumlah titik mulai melandai kembali ke angka Rp140.000 per kilogram.

0 Komentar