CIREBONINSIDER.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi fluktuasi harga pangan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Meski kondisi stok nasional saat ini berada pada level surplus yang sangat aman, pemerintah tetap menyiagakan “sabuk pengaman” melalui intervensi pasar masif untuk meredam spekulasi harga.
Jendela Kritis: H-7 hingga H+7 Lebaran
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga pangan pada satu minggu sebelum dan sesudah Lebaran adalah tren berulang yang bersifat “tradisi”.
Baca Juga:RI Swasembada 9 Komoditas di Tengah Gejolak Global, Bapanas Aktifkan Satgas Sapu BersihSiasat Pemkab Indramayu Redam Gejolak Harga Komoditas Ramadan 2026: GPM Jadi Senjata Utama
Berdasarkan data historis, lonjakan permintaan sering kali memicu volatilitas harga di tingkat pedagang eceran.
”Ini memang sudah tradisi tahunan. Kondisi di bulan Ramadan, khususnya minus satu minggu dan plus satu minggu Lebaran, biasanya ada fluktuasi. Pemerintah sudah mengantisipasi hal ini sedini mungkin,” tegas Sarwo Edhy dalam telewicara di Jakarta.
Data Faktual: Benteng Pangan Nasional Kokoh
Untuk menenangkan pasar, Bapanas merilis data proyeksi ketersediaan pangan strategis hingga akhir April 2026. Seluruh kebutuhan ini dipastikan berasal dari produksi dalam negeri yang melimpah.
Beras nasional mencatatkan surplus tertinggi mencapai 17,2 juta ton, disusul oleh komoditas jagung sebesar 4,8 juta ton, dan minyak goreng sebanyak 3,5 juta ton.
Selain itu, pasokan protein hewani juga terjaga dengan surplus daging ayam sebanyak 727 ribu ton serta telur ayam mencapai 349 ribu ton.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula konsumsi mencatatkan surplus 595 ribu ton. Sementara itu, komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah juga dipastikan aman dengan total surplus masing-masing sebesar 105 ribu ton, 74 ribu ton, dan 57 ribu ton.
Instruksi Presiden: Bantuan Pangan 33,2 Juta Keluarga Cair
Menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat melakukan intervensi.
Baca Juga:Cirebon Jadi Pionir Sorgum Jabar: Solusi Pangan Hemat Air yang Bisa Panen 3 Kali SetahunStabilitas Pangan Ramadan: Pemkot dan Polres Cirebon Kota Gempur Pasar Murah Berkala di Kebon Pelok
Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipercepat pada awal Maret ini.
Amran menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menghambat distribusi kebutuhan pokok rakyat.
“Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara kita di bulan suci Ramadan. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh menginap di meja saya,” ujar Amran dengan nada lugas.
