Cirebon Jadi Pionir Sorgum Jabar: Solusi Pangan Hemat Air yang Bisa Panen 3 Kali Setahun

Wagub-Jabar-Erwan-Setiawan
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dan Kadispan Cirebon Deni Nurcahya melakukan panen raya sorgum di Plumbon Cirebon. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Di tengah tantangan perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan, Kabupaten Cirebon muncul dengan gebrakan baru.

Dinas Pertanian (Distan) setempat kini serius menggarap potensi sorgum, tanaman serealia tangguh yang diproyeksikan menjadi komoditas ekonomi baru bagi petani di lahan marginal.

​Solusi Lahan Kritis: Hemat Air, Hasil Melimpah

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengungkapkan bahwa keunggulan utama sorgum terletak pada daya tahannya.

Baca Juga:Lawan Tren 'Viral Sesaat', Erwan Setiawan Tantang Garuda TV Jabar Jadi Laboratorium Solusi DaerahJabar Jadi Jantung Mudik 2026: Wagub Erwan Setiawan Siapkan Strategi Anti-Macet dan Pangan Stabil

Berbeda dengan padi yang membutuhkan irigasi intensif, sorgum mampu tumbuh optimal di lahan kering dengan asupan air yang minim.

​“Sorgum itu tidak perlu banyak air. Jadi, lahan yang agak kritis pun masih bisa kita manfaatkan secara produktif,” ujar Deni dalam kegiatan panen sorgum di lahan UPTD Balai Benih Palawija Plumbon, Kamis (5/3/2026).

​Menjawab Keraguan Petani: Kepastian Pasar dan Harga

Meski teknis budidaya relatif mudah, Deni menyadari bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada ekosistem hilirisasi. Baginya, petani hanya akan bergerak jika ada jaminan serapan hasil panen.

​“Bagi petani yang penting itu ada yang membeli hasilnya dan harganya menguntungkan. Kalau pemasarannya jelas, petani pasti antusias menanam,” tegas Deni.

​Saat ini, pengembangan sorgum sudah mulai menyebar, termasuk di Kecamatan Beber yang didukung oleh program Kementerian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan volume produksi yang signifikan.

​Potensi Ekonomi: Tanaman ‘Ajaib’ Multifungsi

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang hadir dalam panen tersebut menetapkan Kabupaten Cirebon sebagai daerah percontohan (pilot project).

Erwan memaparkan bahwa sorgum adalah tanaman nol limbah yang sangat efisien.

Baca Juga:Jaman Jabar Imbau Kadernya Datang ke TPS dan Kawal Suara Dedi Mulyadi-Erwan SetiawanLumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari Wamentan

– ​Biji: Sebagai sumber pangan sehat kaya nutrisi (bebas gluten).- ​Batang: Bahan baku biomassa dan bioetanol.- ​Daun: Pakan ternak berkualitas tinggi.

​Hebatnya lagi, sorgum memiliki efisiensi budidaya tinggi karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu tahun.

Dari lahan 1,5 hektare di Plumbon, diperkirakan menghasilkan 1,5 ton benih dasar yang nantinya mampu menyuplai kebutuhan tanam hingga 150 hektare.

​Hilirisasi Teknologi: Kolaborasi PT DI dan China

Langkah strategis diambil dengan melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Bukan soal pesawat, perusahaan pelat merah ini fokus pada injeksi teknologi pengolahan pascapanen guna meningkatkan nilai tambah petani.

0 Komentar