Siasat Pemkab Indramayu Redam Gejolak Harga Komoditas Ramadan 2026: GPM Jadi Senjata Utama

Indramayu-Inisiasi-Gerakan-Pangan-Murah
Asisten Setda Indramayu Asep Abdul Mukti memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Indramayu Command Center untuk stabilisasi harga pangan Ramadan. Foto: Diskominfo Indramayu

​CIRRBONINSIDEN.COM – Menghadapi tantangan ekonomi menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Indramayu memperkuat benteng stabilitas harga pangan.

Di tengah fluktuasi harga komoditas global, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat di Bumi Wiralodra.

​Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, Selasa (3/3/2026), terungkap bahwa dinamika pasar saat ini dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan domestik.

Baca Juga:Renja Kota Cirebon 2027: Antara Ambisi Pangan Rp23 Miliar dan Target Nol Kawasan KumuhBulog Cirebon Serap 2,6 Ton Gabah Larangan, Sinergi Pemkot- Kodim 0614 Perkuat Stok Pangan 2026

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lima variabel krusial yang menekan angka inflasi nasional saat ini:

1. ​Lonjakan harga emas dunia yang memengaruhi investasi.

2. ​Penyesuaian harga BBM non-subsidi.

3. ​Peningkatan permintaan logistik menjelang 1 Ramadan.

4. ​Faktor anomali cuaca (curah hujan tinggi) yang menghambat distribusi.

5. ​Penyesuaian tarif listrik.

​Gerakan Pangan Murah (GPM): Solusi Konkret Masyarakat

​Merespons instruksi pusat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, menegaskan bahwa Pemkab Indramayu telah menyiapkan langkah taktis.

Salah satu instrumen andalannya adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan disebar di titik-titik strategis.

​”GPM bukan sekadar agenda rutin, melainkan intervensi langsung untuk memastikan pasokan tersedia dan harga pangan tetap terjangkau bagi warga selama Ramadan hingga Idulfitri 2026,” ujar Asep saat memantau Rakor dari Indramayu Command Center (ICC).

​Pengawasan Pasar dan Tim Pengendalian Inflasi (TPID)

​Selain intervensi harga, Pemkab melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik spekulasi. Langkah ini mencakup:

– ​Monitoring Harian: Pemantauan harga kebutuhan pokok secara real-time di pasar tradisional.

– ​Penguatan Logistik: Memastikan rantai pasok dari produsen ke pasar tidak terputus meski terkendala faktor cuaca.

Baca Juga:Serbuan Pemburu Baju Lebaran 2026: Pasar Sandang Jatibarang Indramayu 'Lumpuh' oleh Pengunjung Antar-KotaIndramayu Masuki Era Baru! Bupati Lucky Hakim Resmi Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 dan Wong REANG Apps ​

– ​Integrasi Program Pusat: Menyelaraskan evaluasi Program 3 Juta Rumah dan sosialisasi Jaminan Produk Halal untuk mendukung ekosistem ekonomi yang stabil dan aman.

​Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga angka inflasi Indramayu tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa bayang-bayang lonjakan harga kebutuhan pokok.(*)

0 Komentar