CIREBONINSIDER.COM- Kawasan historis Pasar Mambo yang terletak di jantung Kota Indramayu bersiap menyongsong transformasi besar.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung memantau kondisi lapangan guna mematangkan skenario penataan kawasan dalam rangka perluasan jangkauan Car Free Night (CFN), Rabu (4/3/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan area publik yang lebih rapi, tertib, dan kondusif.
Baca Juga:Siasat Pemkab Indramayu Redam Gejolak Harga Komoditas Ramadan 2026: GPM Jadi Senjata UtamaSerbuan Pemburu Baju Lebaran 2026: Pasar Sandang Jatibarang Indramayu 'Lumpuh' oleh Pengunjung Antar-Kota
Selain estetika kota, perluasan ini diproyeksikan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM serta menyediakan destinasi akhir pekan yang nyaman bagi keluarga di “Kota Mangga”.
Skenario Penataan: Perpanjangan Jalur, Bukan Relokasi
Dalam dialog santai bersama para pedagang lokal, Lucky Hakim memaparkan bahwa pemerintah tengah mengkaji beberapa opsi teknis.
Salah satu poin krusial adalah rencana menghidupkan kembali memori kejayaan Kuliner Cimanuk (Kulcim).
“Kita coba beberapa skenario. Pertama, apakah CFN dipindahkan ke sini, tetapi kita hidupkan kembali Kuliner Cimanuk,” ujar Lucky Hakim di sela-sela peninjauannya.
Namun, opsi yang paling menguat saat ini adalah memperpanjang jalur CFN dari Alun-Alun menuju Pasar Mambo. Artinya, pusat keramaian tidak hanya terfokus di satu titik, melainkan terintegrasi secara luas.
“Kita tidak memindahkan CFN, tetapi menambah jalurnya sampai sini. Alun-alun kita kosongkan (dari PKL berlebih), kita hidupkan wilayah Mambo. Pengaturan parkir juga akan kita diskusikan lebih lanjut,” tegasnya.
Transparansi dan Manajemen Baru UMKM
Bupati menekankan bahwa penataan ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan perbaikan sistem manajemen pedagang.
Baca Juga:Indramayu Masuki Era Baru! Bupati Lucky Hakim Resmi Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 dan Wong REANG Apps Akselerasi Kawasan Rebana: Lucky Hakim Perkuat Posisi Indramayu ‘Raksasa’ Ekonomi Baru Jawa Barat
Kedepannya, seluruh pedagang di Pasar Mambo akan melalui proses inventarisasi dan absensi yang ketat.
Hal ini bertujuan untuk memastikan hak dan kewajiban setiap pelaku usaha jelas, mulai dari penempatan lapak hingga kontribusi dana kebersihan.
“Semua harus terdata dengan syarat dan ketentuan yang jelas agar adil bagi semua pihak,” imbuhnya.
Panggung Hiburan Sebagai Magnet Wisata
Untuk memicu minat pengunjung, Pemkab Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) akan menghidupkan kembali panggung hiburan di kawasan tersebut.
Stimulus promosi dan berbagai agenda hiburan berkala akan menjadi agenda rutin untuk “menghidupkan” suasana Mambo.
